Penampakan Berton-Ton Barang Cargo Batam Dikembalikan dari Bandara Jakarta


DPRD BATAM

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pernyataan pihak Bea Cukai Batam tentang banyak barang yang menumpuk di Cargo Bandara Hangnadim Batam, dikarenakan jasa titipan mengikuti PMK NOMOR 47/PMK 04/2012 benar adanya. Penumpukan dijelaskan karena dengan nilai PFOP di bawah 1500 US Dollar di rekap menjadi satu Resi. Dengan demikian Kantor tujuan merasa kesulitan untuk mengantar barang titipan kepada si pemilik barang.

Saat sosialisasi tentang perubahan dan pemberlakukan baru aturan per 4 November 2017, dimana dengan perubahan ini, maka perusahaan Jasa Titipan diwajibkan memiliki Dokumen sesuai pemberitahuan pabean CN 22 – CN 23, seperti pengiriman pada Kantor Pos, dimana setiap satu barang titipan memiliki satu resi.

R Evy Bea Cukai Batam

Atas penjelasan diatas, WartaKepri, Rabu (22/11/2017) mendapatkan bukti foto foto penumpukan barang yang di sebuah gudang di Batuampar. Dari penjelasan pesan melalui WA, awalnya barang barang itu berasal dari Cargo Bandara Hang Nadim Batam.

Menurut Raden Evy Kepala Bidang Bimbingan dan Kepatuhan Layanan dan Informasi Bea Cukai Batam, kargo tersebut bukan berasal dari penumpukan di bandara, tetapi dari salah satu perusahaan jasa titipan di Batam yang dikembalikan dari bandara Soetta 2 hari yg lalu.

Pengembalian ke Batam dimaksudkan agar paket kiriman tersebut pada masing-masing kiriman barang disertakan resi (per paket per satu resi), karena kenyataannya ditemukan surat pengantar berupa rekapitulasi resi, sehingga menyulitkan kantor bandara tujuan dalam melakukan pengiriman. Kantor bandara tujuan sudah menerapkan aplikasi kiriman barang berdadarkan PMK 182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman.

” Paket yang dikembalikan tersebut berisi antara lain kosmetik, sepatu, tas, mesin jahit mini dan pakaian. Paket tersebut milik masyarakat dari Batam, yang telah dititipkan pengirimannya pada perusahaan jasa titipan,” jelas R Evy.

Atas pengembalian barang ini, pihak Bea Cukai memastikan untuk masyarakat Batam tetap boleh dilakukan. ” Masyarakat Batam tetap dapat melakukan pengiriman barang dan menitipkan pada Kantor Pos atau Perusahaan Jasa Titipan. Karena mereka sudah memahami tata laksana pengeluaran kiriman barang dari Kawasan Bebas Batam ke Tempat Lain Diluar Daerah Pabean. Ditambah saat ini sedang menyiapkan aplikasi kiriman barang pada cabang dan agennya sehingga akan mempermudah pelayanan pengiriman barang.

Dan, untuk barang yang dikembalikan total kurang lebih 3 ton milik dari satu perusahaan Jasa Titipan di Batam. ” Sudah ada yang terkirim kembali dari hari Selasa kemarin, dan itu semua tanggung jawab pihak penitipan barang.(*)

Tulisan: Amrullah
Editor : Dedy SWD

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0
PEMPROV KEPRI
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN




DINKES