Ini Keberhasilan Patkor Kastima 23 Bea Cukai di Selat Malaka


DPRD BATAM

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, MALAYSIA – Operasi patroli laut Bea Cukai selama kurang lebih tiga bulan, telah berhasil melakukan penindakan terhadap upaya-upaya penyelundupan di wilayah Selat Malaka.

Tercatat terdapat 15 penindakan terhadap berbagai pelanggaran yang telah berhasil digagalkan operasi Patroli Laut Bea Cukai ini.

Selama itu, Bea Cukai sukses menindak 9 kasus pelanggaran pembawaan barang ilegal seperti barang kelontong, bahan bangunan, sparepart kendaraan, shabu dan ekstasi.

“Itu dari hasil penindakan Patkor Kastima 23A,” ujar Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi di Perak, Malaysia, Kamis (23/11/2017).

Sementara, sambung Heru, dalam Patkor Kastima 23B, Bea Cukai berhasil melakukan penindakan terhadap 6 kasus pelanggaran pembawaan barang ilegal mulai dari makanan dan minuman hingga balepressed.

Bukan saja itu, Patkor Kastima ke-23 juga telah berhasil menggagalkan pemasukan narkotika ke wilayah Indonesia. Pada 18 September 2017, Satuan Tugas Patroli Laut Bea Cukai BC20011 berhasil melakukan penindakan terhadap kapal yang memuat 133 Kilogram sabu dan 42.500 butir ekstasi di perairan Aceh Timur.

Selain menggagalkan penyelundupan narkotika, operasi patroli laut Bea Cukai juga berhasil melakukan penindakan terhadap KM. Sinar Cahaya GT 34 yang memuat 574 balepressed dan KM Usaha Sebat GT 34 yang memuat 604 balepressed di perairan Pulau Berhala.

“Penindakan ini merupakan hasil informasi intelijen dari delegasi Bea Cukai yang dipertukarkan. Kapal diindikasikan akan menuju Tanjung Balai Asahan,” terang Heru.

Data penindakan Bea Cukai di laut menunjukkan di tahun 2015 terdapat 178 penindakan dengan nilai barang hasil penindakan (BHP) mencapai lebih dari Rp189 miliar dan potensi penyelamatan penerimaan negara mencapai lebih dari Rp29 miliar.

Kata Heru, jumlah itu meningkat tajam pada tahun 2016 yang mencapai 405 penindakan dengan nilai BHP Rp247 miliar dan potensi penyelamatan penerimaan negara mencapai Rp113 miliar.

Sementara, imbuh dia, hingga November 2017 ini, Bea Cukai telah berhasil melakukan penindakan terhadap 279 kasus pelanggaran di laut dengan nilai BHP yang melonjak menjadi Rp551 miliar dengan potensi penyelamatan penerimaan negara yang juga naik menjadi Rp425 miliar.

Pelaksanaan Patkor Kastima ke-23 ini merupakan bukti keseriusan pemerintah. Baik Indonesia dan Malaysia dalam mengamankan wilayah Selat Malaka dari tindakan penyelundupan yang dapat merugikan dua negara.

Kedepannya diharapkan kualitas sharing informasi dan semangat dalam pelaksanaan Patkor Kastima dapat berperan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di perairan Selat Malaka serta menindak setiap kegiatan perdagangan ilegal yang merugikan kedua negara.

“Sehingga tercipta iklim kondusif di Selat Malaka yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran kedua negara,” pungkasnya. (san)

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0
PEMPROV KEPRI
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN




DINKES