Tak Diakomodir di APBD 2018 Batam, Fraksi Gerindra WO dan Jadi Oposisi


DPRD BATAM

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Fraksi partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menolak menyetujui pengesahan Ranperda APBD tahun 2018 dalam Rapat Paripurna ke 10 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2017 di Ruang Rapat Utama DPRD Kota Batam, Kamis (24/11/2017) siang.

“Mohon ijin ketua, kami dari fraksi Gerindra tidak menyetujui Ranperda APBD 2018 disahkan,” ujar Ketua fraksi Gerindra DPRD Batam, Harmidi Umar Husen sembari melangkah meninggalkan ruangan rapat.

Menurut Harmidi ketika dihubungi via seluler usai Rapat Paripurna, mengatakan bahwa kesepakatan fraksi Gerindra menolak pengesahan tersebut karena kurang sepaham dengan pemerintah. Banyak pokok pikiran dewan dari fraksi Gerindra yang tidak diakomodir oleh Pemko Batam. Padahal itu semua merupakan keputusan politik yang muncul karena pembangunan yang tidak merata.

“Seperti pembangunan di daerah hinterland dan pulau-pulau terpencil yang ada di Batam,” terang Harmidi yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Batam ini.

Padahal, lanjut Harmidi, semua pokok pikiran dewan fraksi Gerindra itu berdasarkan hasil reses. Tapi kenapa tidak menyeluruh diakomodir. Pemko Batam hanya mengakomodir pokir tersebut sekitar 30 persen saja, sedangkan itu merupakan usulan yang diandalkan untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Harmidi menjelaskan, diantara pokir yang menjadi prioritas fraksi Gerindra itu adalah semenisasi jalan, dan jembatan di pulau-pulau. Mengenai itu, semua anggota di fraksi pun sudah membahasnya dengan Kepala Dinas terkait di Pemko Batam. Akan tetapi, tidak diakomodir. Setidaknya program pembangunan tersebut disamaratakan.

“Pada Dapil masing-masing, anggota dewan itu wajib memperjuangkan permintaan warga. Oleh karena tidak diakomodir, kami seluruh fraksi Gerindra sepakat keluar dari ruangan rapat. Kita akan menjadi oposisi,” tegasnya.

Untuk diketahui, struktur final hasil pembahasan Ranperda APBD Batam Tahun 2018 yang disampaikan Badan Anggaran DPRD Kota Batam adalah sebagai berikut:

Pendapatan: Rp. 2,541 Triliun.

Belanja: Rp. 2,627 Triliun.

Defisit: Rp. 86,131 Milyar.

PEMBIAYAAN

Penerimaan: Rp. 88,289 Milyar.

Pengeluaran: Rp. 2,158 Milyar.

Pembiayaan Netto: Rp. 86,131 Milyar.

Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran: Rp. 0.

Dengan uraian APBD sebaga berikut:

PENDAPATAN DAERAH

Pendapatan Asli Daerah: RP. 1,357 Triliun.

Dana Perimbangan: Rp. 934,697 Milyar.

Lain-lain Pendapatan yang Sah: Rp. 248,885 Milyar.

BELANJA DAERAH

Belanja Tidak Langsung: Rp. 827,635 Milyar.

Belanja Langsung: Rp. 1,696 Triliun. (ichsan)

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0
PEMPROV KEPRI
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN




DINKES