Polemik Taxi Online Batam: Sudah di Survei, Tapi Izin Dishub Kepri Belum Turun


DPRD BATAM

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pengelola Taksi Online bingung dan berharap pemerintah provinsi mengeluarkan surat rekomendasi usaha, agar keberadaan taksi online dapat beroperasi sesuai aturan yang berlaku. Inilah yang dirasakan oleh Sawir, Dirut PT Diva Citra Sejati yang telah mengurus izin administrasi ke Dinas Penanaman Modal Satu Pintu Terpadu (PTSP) dan Dinas Perhubungan Provinsi.

Kepada WartaKepri.co.id, Sawir sudah mendaftarkan diri sebagai Perusahaan Transportasi Online (Texol) di kota Batam. Dilanjutkan dengan Pengajuan Terdaftar di Dinas Penanaman Modal Satu Pintu Terpadu(PTSP) provinsi kepri, Melalui Kepala Administrasi Dishub Provinsi.

” Tetapi sampai sekarang Izin Usaha tersebut belum keluar, padahal Pemerintah sudah memberikan sinyal positif tentang aturan taxi online di kota batam yaitu Transportasi Khusus, sambil menunjuk kan bukti serah terima berkas,” papar Sawir, Sabtu (25/10/2017)

Sawir menjelaskan dalam hal ini Gubernur merupakan Regulator pemberi izin Usaha Transportasi Khusus (Taxol) melalui Dishub Provinsi Kepri.

Diketahuinya, tanggal 15 November 2017 adalah janji pemerintah Propinsi untuk mengeluar kan izin Usaha dan Prinsip kepada PT.Diva Citra Sejati yang beralamat di Komplek Ruko  Ameria Blok A2 no 03 Kelurahan Nongsa.

Sebelumnya Tanggal 09 /10/ 2017 Para Sopir Taxi Online sudah melakukan mediasi kepada Pemerintah di dalam Rapat tersebut membahas Izin operasional Taxol, yang di hadiri oleh perwakilan dari Dishub provinsi, Dishub kota Batam, Organda, Taxi konvesional, Dirlantas Polda kepri,Satlantas Polresta Barelang, YLKI, KPPU,  Akademis, Pihak Aplikasi (Uber,Grab dan Gocar) dan Forum Pemerhati Taxi Online kota Batam.

” Dalam pertemuan itu belum ada kesepakatan berupa kuota Taxi Online yang disetujui,” ujar Sawir.

Dengan ditundanya izin Opersional tanpa ada kepastian,  saat ini kami merasa di perlakukan tidak Adil, kami mengikuti aturan sesuai dengan ketentuan pemerintah, karena semua persyaratan sudah kami lengkapi. Serta sangat bertentangan dengan butir sila ke lima dari Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” tegas Ketua PAC PDIP Nongsa ini.

Bersamaan, Iwan pengemudi taxi online, saat ini, beberapa taxi online ditahan dan ditilang di Dishub dikarenakan izin belum keluar. Untuk daftar di aplikasi saja tidaklah cukup untuk di legal kan. Sementara kami wajib memenuhi kebutuhan keluarga, amat di sayangkan tindakan itu.

” Setelah di PHK saya full times di Taksi online mas walau pun terjadi benturan di lapangan dengan taxi konvesional atau petugas, ujar  Irwan  saat di jumpai awak media.

Kami berharap, secepat pemerintah memberi izin usaha sebagai operator Resmi Taxi Online sehingga rasa aman dan nyaman dapat tercipta di Kota Batam.

Terutama bagi masyarakat yang sangat mendukung adanya angkutan taxi online, dengan servis dari pintu rumah ke pintu kantor atau sebaliknya.

Kepala Administrasi Dishub Provinsi, Novi saat di comfirmasi awak media, via telepon tidak aktif sampai berita ini diturunkan.(*)

Tulisan: Amrullah Guci.

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0
PEMPROV KEPRI
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN




DINKES