Disperindag : Pertamini Ilegal, Makanya Tidak Ditera


DPRD BATAM

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pengecer bahan bakar minyak (bbm) berlabel pertamini, terlihat menjamur di sekitar daerah padat penduduk Kota Batam. Mereka sudah tidak lagi menggunakan jeriken atau botol, melainkan memakai alat pompa manual yang takarannya diatur sesuai permintaan.

Memang, sebagian orang ada yang merasa diuntungkan dengan keberadaan pertamini ini. Diantaranya adalah tidak perlu datang ke SPBU untuk melakukan pengisian bbm, dan mengantri. Selain itu, juga terasa tidak repot dengan jarak tempuh ke pertamini lebih dekat dari SPBU.

Namun tahukah anda, dibalik sejumlah benefit yang dirasakan itu, ternyata pertamini diduga ilegal. Sebab, pemerintah tidak ada melegalkan pertamini. Disamping itu, dasar pendistribusiannya juga penting dipertanyakan.

“Dasar distribusinya dimana? Itu dasar hukumnya tidak ada. Aturan dari pusat tidak ada melegalkan pertamini. Ini isu nasional yang dibiarkan, dan belum ada tindakan serius terkait pertamini,” ujar Kepala UPT Metrologi Legal Disperindag Batam, Farid Yunanda belum lama ini.

Farid juga mempertanyakan darimana bbm berlabel pertamini ini diperoleh para penjualnya. Demikian juga terhadap takaran yang dijual kepada konsumen, apakah sudah sesuai dengan permintaan, atau justru konsumen dirugikan.

“Mereka dapat darimana bahan bakarnya, bahkan sampai ratusan liter. Soal takarannya, apa udah sesuai dengan harga yang diminta. Walau konsumen merasa untung, tapi secara umum orang dirugikan,” ungkap dia.

Kendati begitu, pihaknya mengaku tidak berani melakukan tera terhadap alat pompa pengisi bbm pada pertamini. Makanya hingga saat ini UPT Metrologi Legal Disperindag Batam belum pernah sama sekali melakukan tera di pertamini.

Senada dengan Farid, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Zarefriadi juga mengatakan bahwa pertamini itu ilegal. Dia menjelaskan bahwa sejauh ini pihaknya memang tidak pernah melakukan tera terhadap pertamini.

“Ilegal. Makanya tidak pernah ditera. Kalau ditera dan ternyata takarannya benar, sama saja kita memberi legitimasi kepada pertamini,” ungkapnya, Kamis (7/12/2017).

Berkaitan dengan pendistribusian bbm berlabel pertamini ini, seorang penjual mengaku mendapatkan bbm jenis premium yang dijualnya dari SPBU. Dia hanya dapat memperoleh premium sekitar puluhan liter saja, dan itu dengan cara berulang mengisi di SPBU melalui tangki sepeda motornya.

“Saya isi lewat tangki motor di SPBU. Tangki motor saya isi ful beberapa kali, dan saya salin ke dalam drum,” terang perempuan penjual bbm berlabel pertamini di pinggiran jalan raya Botania I, Batam Centre ini. (san)

Foto : Ist/net

Klik Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0
PEMPROV KEPRI
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SPACE IKLAN




DINKES