Pejabat Disdik Kepri Meninggal Paska Aksi Demo Mahasiswa Tuntut Transpransi Beasiswa‎


DEWAN PERS WARTAKEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 13

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG –  Aksi demo sejumlah mahasiswa dari Stisipol Tanjungpinang dan Aliansi Mahasiswa Peduli Bea Siswa menuntut transparansi dan kejelasan proses penerimaan bea siswa makan korban.

Saat demo berlangsung salah satu Kabid Pembinaan Khusus Disdik Kepulauan Riau, Merdiana terjatuh dan tak sadarkan diri saat menyaksikan bentrok aparat dengan mahasiswa di depan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Senin (18/12/2017).

Informasi yang berhasil dihimpun sejumlah media, Kabid Pembinaan Khusus Disdik Kepulauan Riau masih di semayamkan di rumah duka.

Demo diperkirakan diikuti  tiga puluhan mahasiswa kembali lakukan demo ke Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau hari ini, Senin, (18/12/2017 ) pagi‎

Mahasiswa yang berdemo terdiri dari sejumlah mahasiswa dari Stisipol dan Aliansi Mahasiswa Peduli Bea Siswa menuntut transparansi dan kejelasan proses penerimaan bea siswa.‎

” Hasil kajian kami, ada temuan-temuan yang kami simpulkan yaitu adanya dugaan penerima bea siswa yang tidak sesuai dengan persyaratan penerima bea siswa yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan,” ungkap ‎Kordinator aksi demo, Samsudin H dalam orasinya.

Kemudian adanya temuan bahwa pegawai honorer di Dinas Pendidikan Kepri yang mendapat bea siswa tidak mampu yang dalam penilaian kami bahwa pegawai honorer tersebut mendapat honor per bulan dari Disdik.

” Hasil pengumuman bea siswa pada jalur berprestasi kami mendapatkan data bahwa penerima bea siswa paling rendah dengan nilai IPK 3,55. Sementara terdapat nama beberapa mahasiswa yang justru nilai IPK nya di atas 3,68, 3,58, 3,56 dan 3,59 yang dinyatakan tidak berhak,” katanya.

Dalam demo kali ini mahasiswa menuntuk Kadisdik agar dicopot.

“Kami semua meminta agar Kadisdik Kepri dicopot dan diganti kareba tidak becus menangani bea siswa. Kami juga meminta agar pengumuman hasil bea siswa yang dikeluarkan oleh Disdik agar dibatalkan,” lanjut Samsudi.

Demo ini dijaga ketat oleh satuan dari kepolisian resort Tanjungpinang.

Sempat terjadi bentrok antara mahasiswa dan aparat karena aparat menilai mahasiswa berbicara tidak sopan yang menyebabkan kedua kubu terpancing emosi.

Seorang mahasiswa stisipol Jasman terluka di bagian belakang telinganya.

Kadisdik Kepri, Drs. Arifin Nasir bersedia menemui para pendemo dan mencoba berdialog dengan mereka.

“Adik-adik ku sekalian, semua tuntutan kalian saya tampung dulu. Izinkan kami mempelajarinya dulu,” katanya yang disambut teriakan ketidakpuasan mahasiswa.

Suasana sempat kembali memanas dan aksi dorong terjadi lagi. Seorang pegawai Disdik, Mardiana jatuh pingsan diduga karena tidak kuat melihat aksi dorong ini.

Saat ini pihak Disdik sedang mempelajari tuntutan para mahasiswa dan mahasiswa pun membubarkan diri. (*)

Sumber : Keprionline

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 13


Berita Terkait




PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SAMSAT KEPRI KODIM BATAM