Berita Kematian ASN Natuna Usai Ditangkap Polisi Makin Viral di Media Sosial

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Kapolres Natuna  AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK menjelaskan kepada para insan Pers Natuna tentang Peristiwa Penangkapan Oknum ASN (Apratur Sipil Negara) Pemerintah Kabupaten Natuna berinisial AR (37) waktu lalu di Kediamananya di Batu Ampar- Ranai, Kamis (4/1/2018). AR diduga menyimpanan dan kepemilikan Narkoba jenis Sabu Sabu.

Kapolres Natuna AKBP Nugroho  di dampingi  Kasat Narkoba Ramlan Chalid dan para PJU (Pejabat Utama)  Polres Natuna menjelaskan kronologi Penangkapan Hingga AR akhirnya meninggal Dunia setelah mendapat pertolongan di UGD RSUD Natuna, Sabtu (6/1/2018) sore.

Disaat sebelum menyampaikan Kronologi, terlebih dahulu Kapolres Natuna beserta jajaranya memberikan  rasa turut berduka cita  kepada Keluarga Almarhum AR.

” Setelah  Tim satuan Narkoba melakukan Undercover (penyamaran)  akhirnya Almarhum AR di  tangkap di kediamannya pada hari jumat petang (4/1) beserta mengamankan barang bukti Narkoba beserta  Tersangka ke Markas Komando Polres Natuna untuk  penyelidikan lebih lanjut,” ucap Kapolres.

Disambung Kapolres, setelah sampai di Mako Polres pada sore hari, AR mengalami sesak nafas disertai kejang kejang dan mulut mengeluarkan busa, secara cepat AR di bawa ke RSUD Natuna untuk mendapat pertolongan lebih lanjut di ruangan UGD.

” Setelah di Rawat Di UGD, pada pukul 4.00 Wib Subuh, Almarhum AR meninggal  Dunia ” cetus Kapolres.

Hal senada disampaikan Kasat Narkoba AKP Ramlam Chalid, di terangkanya, pada saat penangkapan, AR melakukan upaya perlawanan  menghilangkan barang bukti dengan cara menelan paket Sabu ke dalam mulutnya.

“Ada Tiga paket yang di telan AR, untuk dua paket sabu masih dalam bungkus platiknya berhasil di keluarkan petugas dari mulutnya, sementara satu bungkus plastik sudah terbuka dan sabu nya telah kosong,” papar Kasat Narkoba.

Di utarakan Kapolres, terkait hasil visum mengenai penyebab kematian AR masih dalam proses pihak yang berwenang, dalam hal ini pihak RSUD Natuna yang akan mengeluarkanya.

” Saya akui ada info polemik tentang kematian Almarhum AR yang dianggap keluarga tidak wajar, dan hal itu sangat saya mengerti,  maka kita serahkan kepada yang berwenang pihak RSUD Natuna  dalam ahlinya untuk mengeluarkan hasil Visum pada Hari senin (8/1/2018) nanti.

Menyisakan Tanda Tanya Keluarga

Dikutip dari Batampos.co.id, tewasnya AR menyisakan duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Pasalnya saat AR dijemput dari rumahnya dalam kondisi sehat. Bahkan Isak tangis istri dan dua anaknya tidak terbendung saat prosesi pemakaman yang masih di kawasan rumah duka.

Tewasnya AR kini menimbulkan tanya bagi keluarganya, karena saat digerebek terjadi tindak kekerasan kepada tersangka dan anaknya karena diduga berusaha melarikan diri.

“ Ada beberapa melihat, saat penangkapan. Saat jenazahnya dimandikan pun, darah dari kepalanya terus membasahi kain kafan, belum lagi bagian belakang banyak memar-memar,” ujar keluarga korban.

Sementara Direktur RSUD Natuna Faisal menolak memberikan keterangan, penyebab tewasnya Arifianto. Faisal beralasan belum ada kesimpulan hasil otopsi dokter, apakah overdosis atau penyebab tindak kekerasan.

“ Nanti dokter yang menangani pasien menjelaskannya penyebab tewasnya AR,” kata Faisal.

ASN AR dengan Anaknya di Natuna

Komentar di Medsos Nettizen Natuna

Melihat dua postingan berita yang diunggap nettizen di Facebook Berita Natuna, penangkapan dan meninggalnya AR juga banyak timbul tanda tanya bagi masyarakat. Pendapat yang sangat kritis dan menilai kasus ini layak dibuka sejelas jelasnya, kalau perlu sampai ke tingkat pimpinan polri tertinggi.

Komentar ini dapat dilihat di https://www.facebook.com/search/top/?q=berita%20natuna

Indrawan: innalillahiwainna ilaihirojiun.
semoga amal ibadah bg arif di terima di sisi Allah swt.
dan keluarga yg di tinggalkan di beri kesabaran.
untuk para OkNUM atau PIHAK2 terkait dengan kejadian ini. kami berharap adanya yang namanya KEADILAN ungkap fakta sesuai REALITA.
Suka · Balas · 5 · 10 menit
Hapus

Jhonny Ntn: Buat keluarga kami doakan semoga kuat dan tabah… Percayalah allah selalu bersama orang2 yg sabar… Buat almarhum semoga amal ibadahnya diterima disisi allah.. Amin alfatihah
Suka · Balas · 2 · 4 menit

Mike Bravo: Mhn maaf kwn2,, kite bleh mrah,, tpi kite juge patut hati2 dgn kementar kite,, jngan nanti kimentar kite disini dilaporkan blek,, kite tgu sje proses hukum,, & kerja Kpad natuna,,klu tak salah dlm group BN ini ada juga rekan2 yg berkompeten untuk mnjawab ini,, tpi knpe hnye diam,, perlu kite cermati juga,, dmi anak2 natuna mari kite sme2 kawal kasus ini sampai tuntas,, ttap smngat & slam kompak slalu🙏🙏🙏
Suka · Balas · 9 · 7 menit

Jevry Alboch Lanjutkan
Klaw bukan kite siape lagi
Kumpulkan barang bukti jike ingin di usut kite punye hak asasi kite punye uud, jike ini mnjadi suatu permasalahn lapor ke penegak hukum,
Saksi” dan barang bukti lainnye .
Biarlah aparat penegak hukum yg menyelesaikan.

Dan hingga Sabtu (6/1/2018) pukul 22.30 WIB, komentar komentar terus berlanjut.(*)

Sumber: red/facebook berita natuna/batampos.co.id

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

Berita Terkait




PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SAMSAT KEPRI KODIM BATAM