Hanya Kata Ini yang Terucap dari Imed, Ibunda Farhan Korban Tewas di Jalan Bintan

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Imed, ibunda Ibnu Farhan, korban kecelakaan maut di jalan Lintas Barat Bintan tidak kuasa menahan duka.

Dia langsung lunglai saat keluar dari mobil dan berjalan gontai menuju kamar mayat RSUP Kepri di Tanjungpinang, Kamis (11/1/2018) sore. Dia kamar mayat, jenazah Fahran terbujur kaku diselimuti kafan putih.

Imed tidak bisa berjalan sendiri, wanita berhijab hitam itu harus dipapah oleh dua wanita lain agar kuat berjalan. Dia menunduk dan membiarkan air matanya meleleh membasahi kedua pipi.

Perlahan-lahan Imed menaiki anak tangga kamar mayat dengan wajah sendu. Dia kian tidak kuasa menahan duka saat berada di hadapan jenazah. Tangisan pun pecah sesaat setelah dia menatap wajah putranya.

“Ya, Allah…,” teriak Imed diselingi isak tangis.

Wanita itu seakan tidak kuat berdiri lama di hadapan tubuh anaknya yang tidak bernyawa ini. Dia pun berajak keluar dari ruangan di mana jenazah anaknya dibaringkan.

Tidak berapa jauh melangkah, Imed pun lemas dan jatuh dalam papahan beberapa wanita. Dia kemudian didudukkan pada deretan kursi besi yang menyatu. Dia tersandar dan diam tak bersuara. Sejumlah wanita lalu mengipas tubuhnya agar terkena angin.

Pada deretan kursi bersih itu, Rizal sang suami pun duduk lemas tak berdaya. Pria bertubuh gemuk itu tidak banyak bersuara. Air matanya jatuh dari pelupuk matanya.

Selang beberapa menit, Imed dipapah ke luar kamar mayat. Dia terus menangis dan tidak mau menyeka air matanya. Dia hanya bisa menyandarkan kepalanya pada dada seorang wanita tua yang berada di sampingnya.

Rizal juga dipapah ke luar kamar mayar. Dia melingkarkan kedua tangannya pada bahu dua pria yang berada sebelah-menyebelah dengannya.

Rizal tampaknya lebih kuat. Dia lebih dahulu masuk ke mobil putih. Sedangkan Imed yang lebih dahulu keluar dari kamar mayat, masih membagikan rasa dukanya dengan wanita lain yang berdiri di sekitar halaman kamar mayat.

Mereka berpelukan dan meratap lagi. Setelah beberapa menit berlalu Imed baru dituntun perlahan-lahan menuju mobil yang sudah dinaiki Rizal.

“Itu kedua orang tuanya. Bapaknya Rizal. Ibunya Imed. Awalnya mereka tidak tahu kalau anaknya meninggal,” ujar seorang pria yang mengenakan pakaian batik.

Farhan merupakan korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal. Dia melaju dengan mobil Avanza berwarna perak dengan nomor polisi BP 1504 YB dari arah Tanjungpinang menuju Bintan Buyu. Mobilnya bertabrakan dengan mobil Toyota Rush berwarna dengan polisi BP 1505 AN yang melaju dari arah Tanjunguban.

Toyota Rush ditumpangi oleh anggota DPRD Bintan Daeng M Yatir, kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Bintan Yuzet serta seorang stafnya. Yatir dirawat di RS AL Tanjungpinang. Yuzet dan stafnya dirawat di RSUP Kepri.

Kepala BKD Bintan Irma Annisa mengatakan, Farhan sedang mengemudi kendaraan seorang diri. Dia kebetulan baru menyelesaikan tugas tertentu di Tanjungpinang dan hendak pulang ke Bintan Bunyu.

“Dia adalah anak Tanjunguban. Dia masih berstatus pegawai Kemendagri RI. Dia bersama lima empat kawannya menjalani tugas praktik di Pemkab Bintan sejak Oktober 2017 lalu. Dia bertugas di Bagian Protokol Setkab Bintan,” jelas Irma.(*)

Sumber: Tomy/tribunbatam

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

Berita Terkait




PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA
SAMSAT KEPRI KODIM BATAM