Abrasi Jangkau Gedung TIC Natuna, Bupati Suruh Kadis PUPR Buat Drainase

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 21

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Bupati Natuna, Hamid Rizal bersama rombongan SKPD memantau kondisi di lokasi pembangunan Tourism Information Centre (TIC) dan wilayah Air Lebay, Kota Ranai yang terkena dampak banjir akibat hujan lebat disertai angin kencang beberapa hari lalu, Selasa (16/1/2018).

Kondisi TIC saat ini diketahui cukup mengkhawatirkan karena abrasi bibir pantai akibat hujan deras serta gelombang air laut. Oleh sebab itu, Bupati memerintahkan Kadis PUPR agar segera membangun drainase mengurangi dampak abrasi dari pasang surut air laut.

“Kondisi saluran air lingkungan permukiman penduduk harus terus menjadi perhatian bersama. Baik bagi pemerintah daerah, pemerintah setempat dan masyarakat pada umumnya,” ujar Hamid.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Erson Gempa Apriandi mengatakan sejak sepekan terakhir ini cuaca ekstrim melanda Natuna, sehingga mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Kejadian semua ini diakibatkan oleh alam, tidak ada yang bisa menghentikannya. Diperparah lagi air sungai di Masjid Agung meluap dan ombak kuat yang mengakibatkan kerusakan bangunan di beberapa titik,” jelas Erson.

Untuk diketahui, pembangunan Tourism Information Centre ini, sebagai pusat informasi objek wisata yang ada di Kabupaten Natuna. Pembangunannya baru selesai dilaksanakan pada akhir Desember 2017.

“Bangunan sekuat apapun jika cuaca ekstrim seperti kemarin lalu tidak akan ada yang tahan dan pasti rusak. Walau bagaimana pun konstruksinya kalau hujan deras dan angin kencang, tak akan tahan juga,” kata dia.

Sedangkan wilayah Air Lebai – Ranai sebagai salah satu lokasi banjir, saat ini ketinggian air sekitar 20 centimeter dan sudah semakin menyusut.

Diwaktu yang berbeda, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kartina Riauwita menjelaskan bahwa sebelumnya tim evakuasi gabungan telah membantu korban banjir di daerah Air Lakon dan Ranai Darat dengan ketinggian air yang mencapai 70 centimeter karena berada dipinggiran Sungai Air Muruh.

Terdiri dari Dinas Sosial dan PPPA, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Bakesbangpolda, Damkar yang dibantu oleh berbagai pihak, diantaranya Basarnas, Polres Natuna, PMI, Organisasi Radio Antar Penduduk Republik Indonesia (RAPI) Natuna bekerjasama dengan perangkat pemerintahan dan masyarakat setempat.

Adapun lokasi evakuasi warga korban banjir diantaranya di Jalan Hang Tuah/Air Lakon (21 KK), Air Lebai (80 KK) dan Ranai Darat (20 KK), dimana korban banjir tersebut dievakuasi ke rumah-rumah kerabat korban.

“Namun ada beberapa korban yang keberatan dipindahkan dan lebih memilih bertahan di lantai 2 bagi masyarakat yang memiliki rumah bertingkat,” ucapnya.

Tim tersebut juga menyerahkan bantuan yang bersifat urgensi. Diantaranya makanan siap santap/nasi bungkus (bukan sembako) serta selimut dan bantal.

Selain itu, tim juga melakukan evakuasi terhadap 21 orang di jalan antara Sungai Curing dan Sungai Tengah (jalan penghubung Kecamatan Batubi menuju Kecamatan Bunguran Utara) yang terjebak akibat kedua sungai tersebut meluap karena hujan deras.

Menurutnya, korban yang terjebak tersebut merupakan warga dari Desa Pengadah dan Desa Tanjung Kecamatan Bunguran Timur Laut yang sebelumnya sempat bermalam dilokasi itu dikarenakan air sungai yang tiba-tiba meluap.

“Namun berkat kerjasama berbagai unsur yang dibantu pula segenap aparatur kesehatan dari Puskesmas Bunguran Batubi, seluruh korban berhasil dievakuasi,” tuntasnya. (ril/riky)

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 21
SMART FREN



PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA