Kapal Laut Tol Natuna

Kapal Tol Laut di Natuna Untungkan Ekspedisi, Pemilik Barang Gimana?

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 21

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Natuna, Hikmatul Arif menyampaikan sejauh ini kehadiran transportasi kapal tol laut KM Caraka Jaya Niaga III-4 sangat disambut positif oleh masyarakat.

“Kita dapat info tol laut akan berganti kapal dengan bobot lebih besar, dan akan menyinggahi pelabuhan Serasan dan Midai,” terangnya.

Namun ada beberapa hal yang harus dibenahi terkait pelayanan agar kehadiran kapal tol laut di Natuna dapat memberikan dampak positif mulai dari harga hingga pelayanan.

“Kita sudah sampaikan kepada pihak terkait untuk mengevalusi beberapa hal tentang pelayanan kapal tol laut di Natuna. Salah satunya mengenai disparitas atau kestabilan harga yang belum dinikmati sepenuhnya oleh pemilik barang,” ujar Hikmatul dikantornya, Jum’at (19/01/2018).

Sebab menurut Hikmatul, para pemilik barang sejauh ini masih sangat bergantung dengan jasa pengiriman ekspedisi. Sehingga ada kesan pihak ekspedisi yang menuai keuntungan, sementara pemilik barang masih belum menikmati kesetabilan harga.

“Kalau kita lihat sejauh ini, pemilik barang tidak minikmati harga murah, yang menikmati adalah pengelola ekspedisi karena para pemilik barang tidak bisa mengirim langsung ke kapal karena kendala beberapa faktor. Salah satunya Pelni tidak memiliki gudang baik di Tanjung Periok maupun di Natuna,” terangnya.

Jika ada gudang baik di Tanjung Periok maupun Natuna, para pemilik barang tentu lebih mudah dalam melakukan pengiriman, tinggal diantar ke gudang saja. Sejauh ini, hal itu belum terwujud sehingga pemilik barang harus memilih mengirim lewat jasa ekspedisi.

Jika pengiriman lewat ekspedisi tentu ada kors tambahan yang dibebankan kepada pemilik barang, berbeda dengan pengiriman langsung ke kapal.

“Kita sering saran kepada pihak terkait, bahkan kepada staf Presiden sewaktu berkunjung ke Natuna, agar di Tanjung Periok dan Natuna Pelni punya gudang untuk memudahkan pengiriman barang,” tambahnya.

Menurut Hikmatul, kesulitan itu menjadi persoalan serius sebab tujuan untuk disparitas harga belum tercapai. Kapal tol laut saat ini berbobot 3000 GT dengan jadwal pelayaran rutin 2 kali dalam sebulan.

Berdasarkan data Kemenhub, per Agustus 2017 kapal kargo yang berlayar ke Natuna telah mengangkut 3.725 ton muatan bahan pangan, bahan bangunan, dan alat kesehatan seperti dilansir dari bisnis.com.

Muatan sebanyak itu diangkut dalam 12 kali pelayaran atau voyage sehingga rata-rata muatan dalam satu kali voyage mencapai 310 ton atau hanya 12% dari kapasitas kapal sebesar 2.600 ton.

Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri, Ditjen Perhubungan Laut, Capt. Wisnu Handoko mengatakan muatan balik dari Natuna bakal didistribusikan ke beberapa daerah seperti Jawa Barat dan Banten.

Adapun hasil perikanan dari Natuna yang dikirim melaui kapal Tol Laut berupa cumi beku, fillet ikan ketambak dan ikan karang beku.

Wisnu menambahkan pengiriman muatan balik perdana dari Natuna merupakan kerja sama pemerintah dengan sejumlah BUMN seperti Perum Perindo, PT Pelni, PT Pelindo II melalui anak perusahaanya PT Multi Terminal Indonesia, dan juga Pemerintah Kabupaten Natuna.

“Program ini disambut baik oleh nelayan Natuna dan diharapkan dapat menjadi daya tarik investor untuk menanamkan modalnya di Natuna di semua sektor terutama sekali sektor perikanan,” ujar Wisnu. (rikyrinovs)

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 21
SMART FREN

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA