Dandim 0318 Natuna dan Muspida Pasang Tanda Tapal Batas di Pulau Setanau

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 21

WARTA KEPRI .co.id, NATUNA – Tapal batas terhadap pulau-pulau tak berpenghuni di Kabupaten Natuna mulai dipasang. Diantaranya adalah pulau Setanau yang terletak di Kecamatan Pulau Tiga.

Pemasangan tapal batas itu dilakukan sebagai tanda bahwa pulau tersebut merupakan bagian dari wilayah pengawasan Kodim 0318/Natuna melalui Koramil setempat.

Pemasangan tapal batas ini dilakukan langsung oleh Komandan Kodim 0318/Natuna, Letkol Inf Yusuf Rizal bersama Kapolres Natuna, AKBP Nugro Dwi Karyanto, Sabtu (27/1/2018).

Pemasangan tapal batas Pulau Setanau ini, merupakan yang pertama dari pulau-pulau lain tak berpenghuni di Natuna, dan disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Natuna, Yusripandi.

Pada kesempatan itu, Dandim 0318/Natuna, Letkol Inf Yusuf Rizal mengatakan bahwa pemasangan tapal batas ini dilakukan agar setiap pulau yang tidak berpenghuni bisa dijaga bersama demi kedaulatan NKRI.

Kata Dandim Yusuf Rizal, ada 118 pulau di Natuna yang tidak berpenghuni. Semuanya itu rencananya akan segera dipasang tapal batas tanpa terkecuali.

“Mari kita jaga pulau ini bersama-sama demi kedaulatan NKRI,” ajaknya.

Hal senada juga diungkapkan Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto yang berkata pihaknya siap andil dalam mengawasi pulau-pulau yang tidak berpenghuni. Terlebih kepada beberapa pulau yang sudah ditetapkan sebagai pulau terluar oleh Pemerintah Pusat.

“Untuk pulau yang ditetapkan sebagai pulau terluar, akan kita backup dengan satuan pengamanan Pol Air dalam agenda kegiatan patroli mengawasi pulau-pulau terluar,” tuturnya.

Maka dari itu, pihaknya akan fokus terhadap pulau-pulau terluar karena disitu sudah ada anggaran dari pusat yang diberikan.

Sedangkan Ketua DPRD Natuna, Yusripandi mengapresiasi kinerja Kodim 0318/Natuna dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan NKRI di kabupaten Natuna. Menurutnya, tugas Kodim 0318/Natuna sudah maksimal dan harus selalu dipertahankan guna menjaga daerah Natuna.

Tarakhir Yusripandi meminta aparat desa dan kecamatan se-Kabupaten Natuna untuk lebih teliti dalam penjualan beli tanah di pulau bagi masyarakat setempat agar pihak asing tidak mudah merebut hak kedaulatan NKRI.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Natuna, Suherman belum lama ini mengatakan bahwa Kabupaten Natuna memiliki 154 pulau tidak ada penghuni dan 27 pulau yang berpenghuni. Hingga saat ini, seluruh pulau-pulau tersebut rawan terhadap gangguan dari luar.

“Sampai saat ini 154 pulau-pulau yang ada di Natuna belum ada gangguan dari negara lain. Hanya saja yang sering terjadi kerawanan Illegal Fhising,” sebutnya.

Selain itu, jelas Suherman, ada 7 pulau terluar yang ada di Natuna. Antara lain pulau Kepala di Kecamatan Serasan Timur, Pulau Subi Kecil di Kecamatan Subi, Pulau Sebetul di Kecamatan Pulau Laut, Pulau Semiun di Kecamatan Pulau Laut, Pulau Sekatung di Kecamatan Pulau Laut, Pulau Tukong Boru di Kecamatan Bunguran Utara dan Pulau Senoa di Kecamatan Bunguran Timur.

Menurut Suherman saat itu, luas laut Natuna diukur berdasarkan garis koordinat.

“Sekarang ini Natuna tidak lagi menggunakan nama Laut Cina Selatan, tapi berganti nama dengan Laut Natuna Utara,” ungkapnya.

Untuk saat ini, dikatakan Suherman, masyarakat Natuna bersyukur tidak ada konflik perebutan antar pulau seperti yang terjadi di negara-negara lain.

“Perhatian pemerintah pusat terhadap Natuna sungguh luar biasa, seperti Nawacita Presiden RI Joko Widodo tentang percepatan pembangunan yang dimulai dari daerah pinggiran,” pungkasnya. (*)

Sumber: M.Rikyrinovsky

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 21
SMART FREN

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA