Komentar Nyanyang Haris Terkait Permasalahan di Perumahan Darussalam Residence

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 19

WARTAKEPRI .co.id, BATAM – Gara-gara menunggu ketidak pastian status tempat bernaung membuat beragam persoalan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, itulah yang dirasakan oleh konsumen yang membeli unit rumah di Darussalam Residence, Tanjungpiayu Batam.

Perumahan Darussalam Residence, dari delapan (8) Hektar lahan yang diperuntukan membangun sebanyak 559 unit berbagai tipe rumah ini, terbangun hanya sekitar 70-an unit dan sebagian telah ditempati konsumen. Hingga kini masih terhenti pembangunannya dikarenakan terlibat dalam persoalan hukum.

Sungguh memprihatikan, ungkapan itu paling tepat bagi warga yang tinggal perumahan Darussalam Residence, bagai mana tidak dengan adanya persoalan dalam ranah hukum di management perusahan perumahan Darussalam Residence, warga yang tinggal di perumahan ini terpaksa hidup serba kekurangan dengan fasilitas yang tidak memadai, mulai dari Air hingga Listrik.

Warga yang sudah menempati perumahan tersebut, AU (Inisial) dirinya sudah dua tahunan tinggal ditempat tersebut berasama dua orang anak yang masih kecil bersama istrinya, dirinya merupakan pekerja diperusahaan swasta.

“disini yang menempati ada sekitar kurang lebih 34 Kepala Keluarga (KK),” ujar AU kepada wartakepri.co.id di teras rumah. Selasa, (30/1/2017)

Disebutkannya. untuk air dalam kebutuhan sehari-hari berasal dari sebuah kolam yang ada di pinggir jalan, dan untuk listrik dari bangunan bertingkat (Ruko) di sebelah kantor pemasaran yang telah tutup, serta di jatah dua (2) Amper setiap rumah,”

“Kita berharap pembangunan perumahan Darussalam Residance ini  dapat ddituntaskan, sesuai dengan rencana lama atau awal,” tutup AU dengan raut wajah yang sayu menatap anak-anak dan istri di ruang tamu rumahnya.

Pantauan wartakepri.co.id dilokasi perumahan, akses jalan masih tanah dan berlobang, banyak terdapat bangunan yang setengah jadi dan mulai hancur, serta sebagian lahan yang masih kosong sudah dipenuhi ilalang dan tidak terawat.

Perumahan Darussalam Residence
Perumahan Darussalam Residence

Kolam (tadahan hujan) dimana airnya dimanfaatkan warga perumahan tersebut, berwarna kekuningan dan disekitarnya terdapat tumpukan barang-barang rongsokan. Dan di perumahan ini banyak terdapat anak-anak yang masih kecil.

Ditempat terpisah, mengenai persoalan tersebut selaku Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura, SE, MM mengatakan, ini permasalahan ada pada management nya, dulu kita sudah mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP), tapi dari pihak yang punya lahan tidak hadir.

“Terkait kasus hukumnya biarlah berjalan dulu, untuk rumah yang mereka tempati itu rumah legal. Mengenai Air dan Listriknya tergantung kebijakan dari pihak PLN dan ATB,” katanya.

Untuk itu kita akan merekomendasikan kepada teman-teman di Komisi I DPRD Kota Batam, supaya dapat diadakan lagi RDP dan juga turut mengundang dari pihak PLN dan ATB.

“kita tidak mau warga diperumahan Darussalam Residance ini, tidak diperhatikan dan dibiarkan begitu saja. Mereka punya hak untuk mendapatkan fasilitas sebagai konsumen,” tutup Nyanyang Haris Pratamura diruangannya di Komisi III DPRD Kota Batam. (Andi Pratama)

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 19
SMART FREN

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA