Wapres JK Tak Larang Ustad Abdul Somad Ceramah Muatan Politik di Masjid

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 19

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, tak ada larangan bagi ustadz maupun ulama untuk melakukan ceramah bermuatan politik di masjid. Namun, dengan syarat, ceramah itu tak bertujuan untuk kampanye atau memberikan dukungan.

“Kalau ceramahnya tidak memihak, hanya bicara tentang ayat quran dan hadis, sebagai pengetahuan (tidak masalah),” ujar JK usai menghadiri acara kuliah Duha bersama ustaz Abdul Somad di masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Minggu (4/2).

JK yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini mengatakan, larangan kampanye di masjid secara tegas telah diatur dalam undang-undang. Menurutnya, selama ceramah yang disampaikan hanya untuk referensi pengetahuan, hal itu masih diperbolehkan. 

“Kalau hanya sebagai referensi tidak apa-apa, yang dilarang itu kan kampanye,” katanya. 

Beragam bentuk politisasi masjid sebelumnya ditolak oleh Forum Silaturahmi Takmir Masjid seluruh Jakarta. Hal ini didasari keprihatinan karena sejumlah masjid di Jakarta kerap dijadikan panggung politik oleh beberapa ormas. 

Menurut mereka, pembahasan politik di masjid semestinya menciptakan toleransi di masyarakat, bukan caci maki dan hinaan. 

Meski tak menyebut kelompok mana yang menggunakan masjid untuk berpolitik, beberapa masjid di Jakarta memang pernah digunakan Alumni 212 sebagai titik kumpul sebelum menggelar aksi unjuk rasa. Bahkan ceramah beemuatan politik juga disampaikan saat massa aksi berkumpul di masjid.‎‎

Abdul Somad Ustadz Lembut‎

Ustaz Abdul Somad mengeluhkan tuduhan masyarakat yang menyebutnya sebagai ustaz radikal. Tudingan ini diduga karena netizen Indonesia tidak menonton ceramahnya secara utuh akibat keterbatasan paket data lantaran keterbatasan ekonomi.

“Banyak orang nuduh saya di internet, katanya saya jihad keras, ustaz radikal. Pasti dia nonton pas saya (mengatakan pada video itu) ‘labbaik allahumma labbaik’,” ucap Somad dengan suara keras saat mengisi kuliah duha bersama Wakil Presiden sekaligus Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla di masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Minggu (4/2/2017).

Hal ini disampaikan Somad terkait dengan salah satu ceramahnya yang banyak beredar di media sosial. Ceramah itu menampilkan Somad yang tengah mengucapkan kalimat talbiyah atau bacaan bagi orang yang akan haji/umrah berupa ‘labbaik allahumma labbaik’ dengan keras.

Diketahui, kalimat tersebut berarti, ‘Kami memenuhi panggilan-Mu, ya Allah dan kami memenuhi panggilan-Mu.

Somad lantas kembali mengucapkan kembali doa tersebut dengan suara yang lebih lembut.

“Coba nonton (tayangan video dengan kalimat talbiyah) yang lembut tadi,” katanya, disambut tawa dari peserta kuliah duha.

Pengajar di Universitas Riau ini pun menduga, tuduhan radikal itu datang akibat masyarakat Indonesia pada umumnya tak memiliki paket data untuk mengakses internet dengan baik.

Hal itu, menurutnya, yang membuat masyarakat tak menonton video ceramahnya secara lengkap.

“Yang jadi masalah, dia tidak bisa nonton lama. Paket tidak ada. Betul kata Pak JK, masalah kita ini masalah ekonomi,” katanya.

Dalam acara kuliah duha ini, hadir pula Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sekaligus Wakil Ketua Majelis Pakar DMI Budi Gunawan dan Wakil Ketua Umum DMI yang juga Wakapolri Komjen Syarifudin.

Sebelumnya diberitakan, Somad sempat ditolak masuk Hongkong pada Desember 2017. Ia saat itu dijadwalkan memberi ceramah setelah mendapat undangan dari TKI di Hong Kong.

Tudingan radikal mengemuka. Somad sebelumnya juga pernah ditolak sekelompok masyarakat saat akan mengisi ceramah di Bali.(*)

Sumber : CNN

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 19
SMART FREN

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA