Sidang Mantan Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Riau Terkait Penganiayaan dan Pemalsuan Dokumen

Sidang Mantan Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Riau Terkait Penganiayaan dan Pemalsuan Dokumen

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 21

WARTA KEPRI .co.id, BATAM – Mantan Kepala Dinas Bina Marga, Provinsi Riau. Duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Batam sebagai terdakwa dalam kasus Penganiayaan dan Pemalsuan Dokumen. Rabu, (07/02/2018)

Pada persidangan yang dipimpin oleh, Hakim Ketua Jasael, SH, MH, Hakim Anggota Muhammad Chandra, SH, MH dan Rozza El Afrika, SH , KAN, MH serta Panitera Suyatno SH, MH, di ruang sidangan Candra, Pengadilan Negeri Batam, Batam Centre – Batam.

Berawal dari pinjaman uang yang dilakukan oleh Keluarga Korban (WI) kepada Terdakwa (ST), berakhir pada aksi pemukulan dan pemalsuan akte notaris.

Sidang ke II yang berlangsung dalam mendengarkan keterangan dari empat (4) orang Saksi dalam kejadian perkara, selaku Saksi dan juga Korban, WI mengatakan, awalnya terkait utang dengan pinjaman sebesar Rp936 juta dengan jaminan dua (2) buah surat tanah kepada terdakwa.

Uang itu digunakan untuk usaha keluarga yang bergerak di bidang outsourcing (Tenaga Kerja), dan ST pada salah satu surat tanah yang jadi jaminan tersebut dijual tanpa pemberitahuan.

Dan rumah yang saya tempati sekarang oleh mengatakan sudah jadi miliknya, selanjutnya terdakwa bersama beberapa orang datang membawa Surat Pelunasan Utang, karena lambat merespon terdakwa marah-marah dan melakukan penganiyaan.

“Karena saya diam berfikir terkait surat itu, Leher saya dicekik, dipukul, ditendang hingga saya tersungkur, dan sakit pada leher serta pinggang/rusuk sebelah kiri,” ungkap WI di persidangan.

Ditempat yang sama Ibu, Istri dan seorang Karyawan Korban yang menjadi Saksi di persidangan mengatakan, “Awalnya saya didalam kamar mendengar ada ribut-ribut di luar, saya keluar kamar melihat anak (WI) dipukul sama terdakwa,” ujar SI selaku Saksi ke II/Ibu korban kepada Hakim.

Dan juga berteriak-teriak mengatakan kau harus keluar dari rumah ini kalau tidak aku seret-seret kalian keluar, “karena tetap bertahan saya pun ditendang oleh terdakwa,” tambah SI.

Tidak hanya sampai disitu, hal senada juga disampaikan oleh Istri Korban dan Karyawan usaha Loundry di rumah tersebut, yang ikut juga merasakan dampak dari aksi yang dilakukan terdakwa.

“Waktu kejadian itu saya lagi menggendong anak dan melihat suami (WI) dan Mertua (SI) dipukul Terdakwa, saya berteriak-teriak dan keluar meminta pertolongan namun tidak ada warga/orang sekitar yang merespon,” terang MY selaku Saksi ke III/Istri Korban.

Selanjutnya setelah mendengarkan keterangan dari Saksi – saksi yang dihadirkan oleh pihak korban, selaku Hakim Ketua, Jasael, SH, MH mengatakan, “persidangan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 14 Februari 2018, untuk mendengarkan keterangan dari Terdakwa,” tutupnya.(Andi Pratama)

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 21
SMART FREN

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM DPRD BATAM
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA