Limbah Minyak Kembali Cemari Pantai dan Ancam Pariwisata di Lagoi Bintan

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

WARTAKEPRI.CO.ID, BINTAN – Pengelola kawasan wisata meminta pemerintah serius tangani pencemaran minyak di Kawasan Lagoi. Hal tersebut disampaikan oleh Renald Yude, Marine Conservation Officer salah satu resort di Lagoi.

Renald yang juga Ketua DPW Ikatan Sarjana Ilmu Kelautan Indonesia Provinsi Kepulauan Riau mengatakan bahwa permasalahan tersebut serius dan berdampak terhadap ekowisata di Bintan yang selama ini sudah baik dalam pendangan masyarakat internasional.

Namun akibat dari limbah minyak yang mencemari sejumlah pantai akhir-akhir ini mengakibatkan image yang dibangun bersama tersebut juga bisa tercemar. 

“Karena limbah minyak, tamu (wisatawan) akhirnya memperpendek jadwal kunjungannya”, ujar Renald kepada wartakepri.co.id.

Renald tidak membantah jika pencemaran minyak tersebut memang kejadian yang terus berulang. Namun justru itu harus ada unit kerja pemerintah bersama pengusaha untuk menuntaskan permasalahan dari hulu (sumber limbah minyak) hingga hilir (minyak dipantai) hingga selesai dan tertanganibdengan baik.

Selama ini, PT. Bintan Resort Cakrawala selaku pengelola kawasan lagoi sudah mengumpulkan laporan-laporan dari setiap resort terkait limbah minyak untuk diteruskan ke pihak-pihak terkait. Data tersebut juga bisa dijadikan masukan dalam mengatasi permasalahan limbah minyak di Bintan.  

Sementara itu, Bupati Bintan yang ditemui wartakepri.co.id membenarkan pencemaran limbah minyak tersebut. Apri dalam kesempatan tersebut mengaku bahwa permasalahan tersebut sudah klasik dan terjadi secara berulang. Pihaknya mengaku sudah mengkaji dan menelusuri sumber limbah minyak pencemar, yang kemudian diketahui dari perairan internasional. 

“Sumber limbah minyak dari perairan internasional”, ujar Apri. 

Apri menambahkan bahwa pihaknya akan mendorong pemerintah pusat untuk terlibat menangani isu limbah minyak tersebut. Sejauh ini sudah dilaporkan Pemkab Bintan ke Kementerian Lingkungan Hidup. 

“Secara bilateral biasanya goverment to goverment atau Asean jika maslahnya adalah regional,” ujar Apri. 

Apri dalam kesempatan tersebut berterimakasih kepada aktifis-aktifis lingkungan yang peduli terhadap lingkungan khususnya ekowisata yang menjadi kebanggaan Bintan. Dirinya berharap semua pihak turut terlibat untuk menjaga lingkungan yang mendukung wisata senantiasa baik dan berkesinambungan.(*)
 
Tulisan :Harris Daulay

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0
DPRD BATAM
 Warta Kepri
SMART FREN
 Warta Kepri

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM PEMKAB LINGGA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA