April Ini, Disparbud Natuna Kembangkan Dua Wisata Mangrove dan Taman Kibang

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Target tahun 2019 Disparbud Natuna akan merampungkan pengembangan tiga destinasi diantaranya, Mangrove Pering, Mangrove Semitan – Pengadah, kemudian taman wisata Kibang di depan Masjid Agung.

” Ini goal kita, nanti sekitar bulan April, EO nya datang kesini untuk melakukan survey jalan. Itulah konsep besar yang telah dirancang dalam rangka membangkitkan pariwisata Natuna dimata dunia,” terang Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Natuna, Erson Gempa Afriadi belum lama ini.

Konsep pariwisata yang dikembangkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, dikenal dengan istilah MEA Tourisme. Konsep ini terus disosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat memahami apa itu MEA Tourisme yang menjadi fokus dalam pengembangan potensi pariwisata Natuna.

“ Kita ingin mengajak masyarakat dan pelaku wisata untuk fokus dan sama-sama bermain ditiga sektor ini, jangan melenceng dari tiga sektor tersebut. Sebab itulah potensi dan kekayaan yang dimiliki oleh Natuna sebabagai dasar kita membangkitkan sektor wisata secara berkesinambungan,” ujarnya.

Konsep MEA Tourisme ini sebetulnya diambil dari tiga potensi besar yang ada didaerah untuk dikembangkan. MEA merupakan kepanjangan dari Merine, Ekowisata dan Arkeologi, terutama potensi Arkeologi maritim yang begitu besar potensinya di Natuna.

Khusus sektor Merine, potensinya begitu besar sebab 99,24 persen wilayah Natuna itu merupakan laut. Ada154 pulau dengan topografi yang berbeda-beda, dilengkapi dengan potensi pantai yang indah dan terumbu karang bagus. Dengan jumlah pulau berpenghuni sebanyak 27 buah pulau.

Selain wisata pulau, Natuna juga punya spot olah raga air, seperti selancar, wisata selam dan sebagainya. Resor – resor juga bisa dikembangkan dibeberapa pulau eksotis di Natuna, seperti Sisi, Setanau dan beberapa pulau lainya.

“ Merine ini kita fokus mengembangkan objek wisata pulau dan atas laut dengan keaneka ragaman destinasi yang ada,” papar Erson.

Bidang Merine ini, potensinya sudah banyak sekali, beberapa destinasi unggulan secara contineu terus dilakukan even oleh beberapa komunitas dan penggiat pariwisata. Beberapa waktu lalu, komunitas wisata Pulau Tiga dari Balai Permai mengadakan even wisata bahari di Pulau Sentanau.

“Paran serta para kelompok sadar wisata seperti ini, sangat positif dalam rangka membangkitkan minat dan kunjungan wisatawan di daerah. Kegiatan ini harus terua dilakukan agar wisata kita terus bergairah,”tuturnya.

Khusus bidang Ekowisata, Natuna juga sangat banyak potensi tidak kalah dengan daerah lainya. Ada wisata gunung, air terjun, mangrove serta dukungan flora dan pauna Natuna sangat beraneka ragam.

Untuk Flora bisa memperkenalkan jenis tumbuhan-tumbuhan yang masih lengkap di Natuna. “kita punya kayu-kayu khas dan langka, hutan-hutan besar dengan keaneka ragaman tumbuhan didalamnya. Ini harus kita kenalkan kepada masyarakat luas,” ujar Erson.

Sementara itu, di sisi Fauna Natuna sangat komplek terutama jenis hewan Kekah yang merupakan satwa entitas atau identidas daerah, boleh dikatakan Kekah merupakan hewan endemik Natuna.

“Kekah ini tidak ada di belahan dunia lain cuma ada di Natuna, jadi hewan ini sangat langka dan merupakan kekayaan pauna yang dimiliki Natuna. Kekah sangat bagus untuk dikemas dalam pengembangan wisata Ekowisata. Sebab Kekah merupakan simbol milik daerah”

Bersama LIPI, Erson menyampaikan sudah adakan kerjasama dalam upaya menjaga kelestarian Kekah di Natuna, nanti akan kita buat program penakaran hewan ini agar habitatnya tetap terjaga”.

Berdasarkan data penelitian dari LIPI diperkirakan masih ada sekitar 10 ribu ekor Kekah yang dihidup di hutan bebas Natuna. Rencana kedepan, habitat Kekah ini akan ditakar dalam sebuah kebun Raya agar habitatnya tetap terjaga dan jauh dari kepunahan seiring pesatnya pembangunan di Natuna.

Kemudian terang Erson, Natuna juga punya spesies katak terkecil yang dijumpai di pulau Serasan oleh peneliti dari Jepang. Ini bisa menjadi identitas baru lagi disamping yang sudah ada. Selain itu, Natuna juga punya kupu-kupu. Dari data penelitian LIPI sejak tahun 2011 hingga 2014, dijumpai 75 spesies kupu-kupu langka dan 101 jenis unggas jenis burung-burung.(*)

Kiriman: Rikyrinovsky

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0
DPRD BATAM
 Warta Kepri
SMART FREN
 Warta Kepri

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM PEMKAB LINGGA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA