Wartakepri, Inilah Penjelasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

Inilah Penjelasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Terkait Pertumbuhan Ekonomi Dunia

DEWAN PERS WARTAKEPRI

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan ekonomi dunia akan tumbuh lebih baik tahun-tahun mendatang. Dengan begitu perdagangan dunia juga akan alami perbaikan, dan ini harus dimanfaatkan Indonesia.

Pengembangan industri berorientasi ekspor dengan memberikan kemudahan investasi di bidang tersebut perlu dilakukan untuk antisipasi perbaikan ekonomi dunia.

“Kalau perdagangan dunia akan membaik, kita harus bisa memanfaatkan itu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita. Caranya kita harus tingkatkan ekspor lebih baik pada tahun-tahun mendatang,” kata Darmin dalam konferensi pers rapat koordinasi pemerintah, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia di Radisson Hotel Batam, Jumat (13/4/2018).

Tanpa itu, kata Darmin, maka yang akan terjadi adalah ekonomi negara di sekitar kita seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina akan segera mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi. Dan Indonesia bisa-bisa ketinggalan dari negara tetangga.

“Supaya kita bisa mengimbanginya maka cara yang paling betul adalah mendorong investasi yang berorientasi ekspor. Untuk itu diperlukan dukungan pemerintah,” ujarnya.

Adapun bentuk dukungan yang bisa diberikan pemerintah antara lain melakukan reformasi lebih lanjut, lebih dalam, dan lebih besar, dalam bentuk kemudahan berinvestasi dan berusaha di Indonesia. Pemerintah juga dapat memperjelas dan lebih memastikan pemberian insentif pajak pada investor. Misal hanya untuk investasi yang paling pemerintah anggap akan mendorong ekonomi Indonesia tumbuh lebih cepat.

“Insetifnya dalam bentuk tax holiday, diberikan kepada kegiatan hulu yang kira-kira penting sekali, barang input bagi industri. Baik industri kimia, besi baja, dan lain-lain. Selain tax holiday, akan ada tax allowance, dan akan ditetapkan juga kegiatan apa saja yang akan dapat tax allowance, pengurangan pajak,” kata dia.

Darmin mengatakan pemerintah juga merumuskan super deduction untuk dua kegiatan besar. Pertama pendidikan dan pelatihan vokasi yang investor lakukan di Indonesia atau ikut serta dalam kegiatan itu. Kedua, research and development atau penelitian dan pengembangan.

“Pemerintah siapkan pendidikan dan pelatihan vokasi, baik APBN maupun kerjasama swasta. Karena untuk kegiatan lebih tinggi tingkatan ekonominya kita perlu Sumber Daya Manusia yang juga keterampilan dan keahliannya lebih tinggi,” tutur Darmin.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan rapat koordinasi ini sudah ke-13 kalinya dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pada kesempatan di Batam ini, tema yang diangkat adalah mempercepat pengembangan industri berorientasi ekspor.

Menurutnya ada empat langkah strategis yang akan diwujudkan dalam bentuk kebijakan. Pertama mendorong berkembangnya industri berorientasi ekspor melalui kemudahan perizinan dan insentif fiskal. Kedua, menurunkan biaya logistik industri domestik melalui peningkatan kapasitas dan efisiensi infrastruktur konektivitas, air, dan listrik.

Kemudian penguatan sumber daya manusia untuk mendukung penyediaan tenaga kerja dengan skill yang sejalan kebutuhan perkembangan teknologi dan otomasi proses produksi industri 4.0. Dan terakhir, perluasan pasar ekspor industri nasional dengan menambah kerjasama perjanjian perdagangan bilateral/multilateral, baik itu free trade agreement (FTA) maupun preferential trade agreement (PTA).

Sumber : Media Center Batam

Foto       : Istimewa/net

Klik Follow Untuk Baca Berita Terbaru Kami :

  • 0
DPRD BATAM
 Warta Kepri
SMART FREN
 Warta Kepri

Berita Terkait



PEMPROV KEPRI
PEMKO TANJUNGPINANG
PEMKO BATAM PEMKAB LINGGA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB LINGGA