Antisipasi Kelangkaan Beras, Bulog Tanjungpinang Jual Beras di Swalayan

Beras Bulog


TANJUNGPINANG, WARTAKEPRI.co.id – Badan Urusan Logistik Subdivisi Regional Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, menjual beras premium ke swalayan untuk menambah pasokan beras di kota itu.

Kepala Bulog Subdivisi Regional Tanjungpinang M Wawan Hidayanto, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan beras yang dijual di swalayan itu bukan beras raskin.

” Beras yang kami suplai ke swalayan ini berkualitas premium, karena memiliki tingkat kepatahan lima persen, bukan beras cadangan pemerintah, atau pun beras raskin,” ucapnya.

Honda Capella

Menurut dia, beras tersebut juga tanpa patokan harga sehingga pedagang dapat menjual dengan menyesuaikan harga beras di pasar. Namun Bulog berharap pihak swalayan menjual beras tersebut dengan harga normal, tidak mengambil keuntungan secara berlebihan.

” Kami hanya berharap, harga beras yang mereka jual masih dalam batas kewajaran,”ucapnya.

Wawan menjelaskan beras komersial tersebut dijual pada enam lokasi. Namun dia mengaku tidak menghafal nama-nama swalayan tersebut. “Saya tidak hafal nama tempatnya,” katanya.

Dia mengatakan beras dengan tingkat kepatahan 15 persen merupakan beras untuk kepentingan operasi pasar yang tidak dapat dijual di pasar tradisional atau swalayan.

Keberadaan beras tersebut di swalayan juga dapat dibedakan dengan kode yang tertera di belakang kemasan beras.

“Beras dengan tingkat kepatahan 5 persen dan beras 15 persen tersebut berasal dari Vietnam, namun kegunaannya berbeda sesuai ketentuan yang berlaku, yang wajib dipatuhi Bulog,” ujarnya.

Harga eceran tertinggi beras cadangan pemerintah itu Rp 8.400/kg, yang digunakan untuk stabilisasi harga kebutuhan pokok di daerah.

” Tempat penjualannya pun dilakukan di lokasi yang berdekatan dengan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindag Ekraf dan PM Kota Tanjungpinang Teguh Susanto membenarkan Bulog Tanjungpinang telah menjual beras ke swalayan, di antaranya Swalayan Pinang Lestari.

“Kami pun sudah periksa, berasnya pun bukan beras cadangan pemerintah yang dijual seharga Rp 11.000/kg. Lagi pula, di dalam Permendag tertulis bahwa Bulog dapat menjual beras pecahan 5 persen langsung ke pasar,” katanya.(antara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News