Wiko Ponsel Murah dari Prancis Dibandol Rp 1,9 Juta

HARRIS BARELANG
WARTAKEPRI.co.id – Wiko sebagai merek ponsel dari Perancis membuka tahun 2016 dengan meluncurkan ponsel yang mengincar kelas pemula seharga Rp 1,9 juta.
Mengusung tipe fablet atau ponsel pintar dengan ukuran layar 5,5 inci, Wiko memperkenalkan produknya dengan nama Pulp Fab.
Spesifikasinya cukup meyakinkan dengan harga jual tersebut terlebih dengan desain produknya. Namun, mereka harus bisa meyakinkan konsumen agar mau membeli ponsel 3G.
Wiko menggunakan prosesor delapan inti berkecepatan 1,4 gigahertz, RAM 2 gigabita, serta penyimpanan internal 16 gigabita. Resolusi layar yang terdapat pada perangkat tersebut tergolong definisi tinggi, yakni 1.280 x 720 piksel.
Sayangnya tidak disebut apakah Pulp Fab menggunakan teknologi perlindungan layar, misalnya Corning Gorilla Glass ataupun Dragontail, yang berarti pengguna harus mengusahakannya sendiri seperti memasang lapisan pelindung seperti tempered glass yang banyak dijual secara terpisah.

Di luar itu, tidak banyak informasi lagi yang bisa digali dari lembar spesifikasi Pulp Fab. Sepasang kamera 13 megapiksel di punggung dan 5 megapiksel di muka membuatnya bisa bersaing dengan ponsel-ponsel lain yang umumnya juga memiliki spesifikasi mirip.
Dari beberapa kali percobaan menggunakan kamera dari ponsel tersebut, pengguna bisa mencari fokus dan mengambil gambar dengan cepat.

Beberapa fitur yang mereka banggakan saat peluncuran adalah pemutar video yang bisa dijalankan di atas aplikasi lainnya (floating video player) sehingga pengguna bisa mengakses aplikasi lain tanpa kehilangan momen yang terjadi di dalam video.
Ada pula fitur smart awake, yakni pintasan ke fungsi ponsel, seperti kamera atau pengiriman pesan hanya dengan mengusap ujung jari ke atas layar yang sedang mati membentuk huruf tertentu. Fitur ini sebetulnya lazim ditemui di ponsel-ponsel bahkan di kelas pemula seperti yang diincar oleh Wiko.

Fitur lainnya yang lumrah ditemui di ponsel lain yang digadang-gadang selama peluncuran adalah USB on the go (OTG) yang membuat ponsel bisa dicolok perangkat penyimpanan, fitur ini terbukti membantu pengguna untuk memperlebar kapasitas penyimpanan alternatif.

Tidak hanya itu, Wiko juga memastikan bahwa fitur OTG ini membuat ponsel bisa dihubungkan dengan perangkat input lainnya, seperti papan tuts atau tetikus, tidak banyak dilakukan oleh pengelola merek lainnya.

Untuk desain produk, Pulp Fab boleh dibilang cukup meyakinkan. Pinggiran ponsel ini berbahan besi, sementara sekujur punggungnya dilapisi bahan yang menyerupai kulit, memunculkan kesan mewah saat memegangnya.

Kelemahan

Satu-satunya hal yang cukup mengganggu dari lembar spesifikasi Pulp Fab terkait konektivitasnya karena belum mendukung 4G Long Term Evolution (LTE). Keputusan tersebut bisa jadi membuat tim pemasaran Wiko harus berjuang menjual produk tersebut karena tingginya persaingan.
Dengan kata lain, ada banyak ponsel pintar di pasar dengan spesifikasi yang hampir mendekati tetapi sudah bisa beroperasi di jaringan 4G, misalnya Lenovo.

CEO Wiko Mobile Indonesia, Dwi Lingga Jaya, menyebut pasar yang bisa disasar dengan spesifikasi tersebut cukup banyak di Indonesia.
Dia meyakini permintaan akan perangkat yang bisa bekerja di jaringan 4G masih terbatas seiring dengan daerah cakupan operator telekomunikasi. Hingga hari ini, baru Smartfren yang memiliki jangkauan paling luas dibandingkan operator lainnya, yakni 85 kota.

“Kami juga akan meluncurkan seri premium dari Wiko, seperti Highway, pada tahun ini,” kata Dwi.


Chief Sales Officer Sung Khiun mengatakan bahwa Wiko masih mengandalkan jalur konvensional untuk memasarkan produk meski bukan berarti sepenuhnya meninggalkan jalur daring.
Dia juga menggandeng operator telekomunikasi Tri serta beberapa jaringan toko elektronik untuk penawaran rabat ataupun paket data gratis.(kompas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG