Gara-gara Hutang‎, Herman Terpaksa Ikut Terlibat Jambret

PKP Online

BATAM, WARTAKEPRI.co.id – Terdakwa Herman bin Nur Hamid duduk dikursi pesakitan atas tindakan konyol atas kebodohannya. Karena punya utang terhadap Tomi (DPO ), terdakwa disuruh merampas kalung Suryani.

” Saya baru pulang cari kerja, di Batuaji ketemu dengan Tomi dan mengajak merampas. Memberikan tas yang berisikan pisau beserta amplop surat, ” kata Herman pada Majelis Hakim, Kami (25/2/2016).

Dalam aksinya, terdakwa berpura pura mau memberikan surat pada saksi Suryani dan sambil membuka pintu pagar gerbang rumah. 

Disaat saksi Suryani keluar rumah, terdakwa membuka tasnya dan mengambil sebilah pisau lalu  mengancam sambil  merampas kalung yang dipakai saksi sehingga terjadi tarik menarik.

Kemudian saksi Suryani menyatakan pada terdakwa saat itu, jangan bunuh saya. Terdakwa tetap merampas hingga kalung putus jatuh dilantai.

 Lalu saya berteriak minta tolong sama Fikri Aditya adik saya dan warga komplek berhamburan keluar  mengejar dan menangkap terdakwa yang sudah diatas motornya.

” Akibat kejadian itu saya mengalami kerugian sebesar Rp3 juta, ” terang Suryani memberikan keterangannya.

Terdakwa Herman didakwa melanggar pasal 365 ayat 2. Barang bukti berupa pisau, tas, kalung dan satu unit motor Mio warna merah. Kata Jaksa Penuntut Umum,  Zia SH.

Persidangan di ketua Majelis Hakim Juli Handayani didampingi hakim anggota Taufik Abdul Halim Nainggolan SH dan Yono Lamerosa Kataren SH. (nikson ).

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel