Meski Tidak Gerhana Total, MUI Batam Ajak Umat Muslim Shalat Gerhana

205

BATAM, WARTAKEPRI.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam meminta umat muslim, untuk melaksanakan shalat sunat gerhana pada 9 Maret nanti karena fenomena langka. Walau Kota Batam tidak termasuk titik 12 kota di Indonesia yang dapat melihat Gerhana Matahari Total (GMT), tapi gerhana sebagian dapat dilihat di sebagian wilayah Provinsi Kepri.

“Islam disunahkan mengerjakan shalat gerhana,”ujar Kepala MUI Batam, Usman Ahmad,Senin (7/3/2016).

Shalat sunat gerhana matahari sama seperti shalat wajib. Ia dikerjakan dua rakaat hukumnya sunnah, sebagai cara mensyukuri nikmat Allah.

Kepala Bagian Humas Pemko Batam Ardiwinata mengatakan, pemerintah tidak menyelenggarakan kegiatan khusus untuk melihat gerhana matahari.

PKP HIMALAYA

” Karena gerhana matahari tidak bisa disaksikan dari Batam. Setidaknya, tidak bisa disaksikan dari daratan di Batam,” kata Ardi.

Meski begitu, Pemko terbuka pada sektor swasta yang hendak mengadakan kegiatan pariwisata khusus gerhana matahari untuk menarik wisatawan manca negara. Pemko juga terbuka pada tur dan travel yang menjual paket wisata menyaksikan gerhana matahari.

“Kalau Batam menjadi pintu masuk Wisman yang hendak menyaksikan gerhana matahari, tentu kami terbuka. Tapi pemerintah tidak melaksanakan kegiatan khusus,” katanya.

Gerhana Matahari Total (GMT) merupakan fenomena alam, saat posisi atau Matahari, Bulan, dan Bumi pada satu garis lurus. Dampak dari kejadian ini ,sebagian bumi akan terkena bayangan gelap Bulan, sehingga tidak melihat matahari.(mcb/ded)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel