Inilah 9 Kasus Seksual di Natuna yang Terkesan "Menghilang" – WartaKepri
79 views

Inilah 9 Kasus Seksual di Natuna yang Terkesan “Menghilang”

PKP DREAMLAND

NATUNA, WARTAKEPRI.co.id – Kasus hukum dengan terkesan lambat penyelesaiannya, dan cendrung terkesan tidak jelas proses hukumnya. Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Baret Merah (FKPBM) Natuna Prov Kepri, memiliki perhatian sendiri akan kasus-kasus yang muncul di Natuna, terutama kasus berbau pelecehan seksual.

Rikyrinovsky dari FKPBM-Natuna mengatakan, masyarakat pada umumnya banyak menaruh harapan terhadap Tegaknya Hukum Di Bumi Natuna. Yang terjadi sekarang malah memprihatinkan.

Sebagian besar kasus yang diselidiki Baru pada tahap penyelidikan sampai sekarang belum ada perkembangannya. Masyarakat banyak yang kecewa dengan sepak terjang Kapolres.

Pihak kepolisian harus menunjukkan hasil penyelidikan dugaan kasus perkasus yang telah dilakukan hingga tuntas. Sehingga masyarakat tidak curiga atas kinerja kepolisian.

Masyarakat sudah bertanya-tanya, banyak yang diusut, tetapi kenapa tidak ada yang dijadikan tersangka.

Untuk itu, Polres Natuna harus menunjukkan hasil pengusutan kasus perkasus baik Tidak Pidana Korupsi maupun pelecehan anak dibawah umur.

jika Polres tidak segera menuntaskan sejumlah kasus dugaan kasus perkasus itu, bisa menimbulkan citra buruk serta menimbulkan asumsi yang bermacam-macam terhadap kinerja kepolisian di Natuna.
Dari pantauan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Baret Merah Kab Natuna Prov Kepri (FKPBM) merangkum fakta kejadian berlaku di wilayah Hukum di Natuna.

Beberapa aksi kriminalitas pelecehan seksual terhadap bocah di bawah umur kian meresahkan di Natuna. Berikut beberapa kasus yang terjadi sejak Januari 2015-2016 dari data diantaranya.

1.Ketahuan hamil, salah seorang siswi Sekolah Menengah Atas di Natuna berinisial NV (masih di bawah umur), dikabarkan disuruh menggugurkan kandungan oleh oknum anggota dewan Natuna dari Partai Amanat Nasional (PAN) Natuna berinisial AH.

Kabar yang kini menjadi rahasia publik itu tengah ditangani Polres Natuna. Polisi sudah memintai keterangan saksi terkait hal tersebut. Untuk kasus terbaru ini, diinformasikan kalau pihak kejaksaan belum menerbitkan Surat Perintah Dimulai Penyelidikan.

2. Gadis 11 Tahun Dibujuk Uang Rp 50 Ribu. Pada 4 Februari 2015, Bocah kelas 6 SD dicabuli setelah dibujuk uang Rp50 ribu. Pria berisitri bernama Hasan (28) tega mencabuli gadis 11 tahun, siswi kelas 6 SD di Bunguran Timur. Hasan kemudian dilaporkan orangtua korban ke polisi.

3. Siswi SMP Dicabuli PNS Natuna. Gadis kelas 1 SMP difoto bugil, diperas, dan dipaksa berhubungan intim oleh seorang duda beranak tiga, Am (36) yang bertatus PNS Pemda Natuna, 20 Maret 2015.

Ia diamankan polisi setelah dilaporkan orangtuan korban yang merupakan warga Kolek, Ranai. Am juga melakukan pengancaman setelah mengantongi foto telanjang gadis tersebut.

4. Siswi SMA Dicekoki lalu Dicabuli Teman. 11 April 2015, Siswi salah satu SMA di Ranai overdosis setelah dicekoki ekstasi oleh temannya dan dicabuli di sebuah rumah di area kampung Jemengan, JL DKWM Benteng, Ranai.

5. Satpol PP Cabuli Pasangan Kekasih Remaja. Pada 20 Juni 2015, dua Satpol PP gadungan As (51) dan Bd (46) kerap melakukan aksi pencabulan remaja di kawasan Puak, Ranai. Mereka mengancam akan menangkap remaja yang dijumpai berpacaran di area tersebut.

Kendati mengakui punya tujuan baik, namun cara yang dilakukan keduanya sudah masuk ranah pelecehan anak di bawah umur. Diketahui lima remaja sudah menjadi korban.

6. Pemuda 35 Tahun Perkosa Remaja di Pompong. Pada 25 Juni 2015, polisi mengamankan IG (35), warga Subi yang membawa kabur anak di bawah umur berusia 14 tahun mengarungi laut naik pompong selama enam jam menuju Ranai. IG diketahui sudah beberapa kali berhubungan intim dengan remaja tersebut.

7. Gadis 15 Tahun Diperkosa Kenalan Baru. 25 September 2015, gadis ABG 15 tahun, warga Air Lakon, dirudapaksa melakukan hubungan intim oleh tukang galon bernama Mardianto (20) yang baru dikenalnya selama 3 hari. Mardianto kemudian diamankan jajaran Polsek Bunguran Timur.

8. Rinto Tawarkan Pelet untuk Sodomi. Oktober 2015, seorang pedofil bernama Rinto diamankan Polsek Bunguran Barat. Dengan modus menawarkan ilmu pelet ia sudah berhasil menyodomi 7 remaja pria, diantaranya dilakukan di bawah ancaman.

9. Pria Bertopeng Perkosa Gadis 14 Tahun. 15 Oktober 2015, polisi mengamankan Danil Kusmiran setelah memperkosa gadis 14 tahun warga Bunguran Utara. Danil masuk rumah lewat jendela dengan topeng dan hanya menggunakan celana dalam. Ia juga melakukan pengancaman dengan senjata tajam.(rik/ded)

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA