KNTI Meradang, Agung Podomoro Reklamasi Laut Batam

313

WARTAKEPRI.co.id, BATAM-Keprihatinan terhadap aktivitas reklamasi laut yang dilakukan oleh pengembang Agung Podomoro di Kampung Belian, Kecamatan Batam Kota, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) segera mengklarifikasikan permasalahan itu ke pengembang tersebut.

“Kita sudah turun ke lapangan. Dan kita prihatin dengan kondisi masyarakat di sana,” ujar Ketua DPD KNTI Kota Batam, Alimun di Batam Kota, Minggu (17/4/2016).

Dia mengatakan sesuai dengan Undang-undang perlindungan nelayan mengatakan bahwa setiap nelayan tradisional dan nelayan kecil berhak untuk mendapatkan ruang penghidupan di wilayah pesisir. Dimana laut, katanya, merupakan ruang penghidupan.

“Sekarang ruang ini sudah ditimbun semua. Sudah tidak ruang untuk nelayan. Jadi secara tidak langsung, nelayan yang mata pencariannya berkurang, terus tertindas,” ujarnya

Dengan kondisi ini, katanya, apakah kondisi nelayan yang hidupnya tidak menentu ini sudah diakomodir. Seharusnya, katanya, dengan kondisi lapangan yang ada, nelayan yang berada di Kampung belian tidak kesusahan.

“Apakah sudah dipenuhi hak nelayan berdasarkan undang-undang?. Untuk itu kami akan mengklarifikasikan masalah ini ke pada pengembang,” katanya. (spy)

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA