25 Persen Positif HIV, Ternyata Banyak Homoseksual di Batam Bergelar Sarjana

WARTAKEPRI.co.id , BATAM – Dinas Kesehatan Kota Batam meminta masyarakat Kota Batam untuk menjaga moral dan pola hidup yang baik agar tidak tertular penyakit HIV, karena jumlah penderita HIV/Aids terus meningkat di Provinsi Kepri. Celakanya, kelompok yang mengalami peningkatan dan temuan terjangkit HIV adalah kelompok homoseksual.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Batam, Sri Rupiati data survei tahun 2015 yang dikumpulkan oleh Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan kota Batam, orang-orang dengan homoseksual memiliki prevalensi paling tinggi untuk infeksi human immunodeficiency virus (HIV). Angkanya mengalahkan prevalensi HIV di kelompok perempuan pekerja seks.

Tercatat pada kelompok homoseksual Batam ditemukan 25,80 persen positif HIV, sementara wanita tenaga seks (WTS) yang positif hanya 7,97 persen. Menariknya

PKP EXPO

Ditambahkan Sri Rupiati, dari survei yang sama diketahui bahwa pengetahuan kognitif kelompok pria homoseksual terkait HIV justru paling tinggi.

Pengetahuan komprehensif HIV dimiliki oleh 65,58 persen kelompok pria homoseksual, sementara untuk WTS hanya 19,71 persen yang memiliki pengetahuan komprehensif.

” Pengetahuan mereka (pria homoseks -red) komprehensifnya tinggi karena mohon maaf rata-rata latar belakang pendidikannya sarjana. Mereka juga kan ahli mencari-cari informasi di internet. Sementara wanita pekerja seks langsung ada yang nggak tamat SMP juga ada,” kata Sri saat ditemui pada acara diskusi oleh Kementerian Kesehatan di Batam, Jumat (22/4/2016), dikutip dari laman detik.com

” Jadi saat dites pengetahuannya mereka ngerti pertanyaan ini maksudnya ini, pertanyaan ini maksudnya ini, tapi kelakuannya mah tetap aja kaya gitu,” lanjut Sri.

Lebih jauh Sri menjelaskan perbedaan mencolok kejadian HIV ini bisa juga terjadi karena fokus upaya pencegahan memang belum terlalu menyasar kalangan homoseksual.
Angka HIV yang relatif kecil di kalangan WTS menurut Sri berkat kontribusi upaya pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan swasta.

Di Batam dilaporkan ada tujuh lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan 70 perusahaan yang bergerak aktif melakukan sosialisasi HIV bekerja sama dengan dinas kesehatan.

” Ya ini lebih karena ke arah pergaulan juga mereka (kelompok homoseksual -red). Suka pesta-pesta. Bukan karena dorongan ekonomi, lebih ke arah pergaulan,” tutup Sri.

Perlu diketahui, data kasus baru HIV/AIDS terbaru di Batam pada 2015 mencapai 641 kasus. Itu merupakan yang tertinggi sejak HIV-AIDS pertama kali ditemukan di Batam pada 1992 lalu. Jika dihitung dari 1992, ada 4.364 kasus HIV dan 1.775 kejadian AIDS.(dtk/ded)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24