Rumah Dinas Dewan Natuna Sarang Hewan, Kejati Kepri Periksa Ilyas Sabli

Kejati Kepri Rumah Dinas DPRD Natuna
Kondisi salah satu Rumah dinas anggota Dewan Natuna
HARRIS BARELANG
WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota DPRD Natuna, terkait adanya dugaan kasus korupsi pembangunan perumahan dewan. Bupati Natuna Ilyas Sabli,Sekda, Sekwan DPRD dan Kepala Dinas PU turut diperiksa.

Sekda Natuna, Samsurizon  mengakui adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejati Kepri, Kamis (28/04/2016) di Tanjung Pinang.

Bahkan dirinya termasuk salah satu yang di periksa dan dimintai keterangan serta sudah beberapa kali datang ke kantor Kejati Kepri untuk memberikan keterangan terkait dengan kasus tersebut.

“Sebagai Sekretaris Daerah , saya di minta keterangan sejauh mana yang saya mengetahui tentang perumahan dewan itu, ya saya ikuti saja prosesnya.

Semoga penegak hukum dapat segera menyelesaikan kasus ini hingga tuntas,” kata Samsurizo kepada Wartakepri.co.id.

Ada 38 anggota DPRD. Baik yang aktif 20 orang maupun 18 yang tidak aktif Periode 2009-2014 dan 2014 turut di minta keterangan, terkait dana tunjangan perumahan dibayar per bulan ke anggota DPRD natuna.

” Benar kami 38 Anggota baik yang aktif maupun yang tidak aktif turut diminta keterangan,” ujar Pang Ali Anggota DPRD Natuna.

Perumahan DPRD Natuna kian hari kian memprihatinkan.

Dari pantauan Wartakepri.co.id di lapangan, perumahan DPRD Natuna secara Fisik udah rampung dikerjakan. Bahkan sambungan listrik sudah terpasang dan ditambah jalan aspal menuju lokasi sudah mulus.

Terlihat tampak berdiri dengan megah namun hingga saat ini tidak dihuni para anggota dewan melainkan dihuni 6 ekor anjing berkeliaran hilir mudik di Perumahan seperti terlihat dalam Foto.banyak Binatang bersarang dan berteduh di (Sana-Red).

Namun karena tidak kunjung ditempati dari tahun 2009 hingga saat ini 2016, perumahan tersebut kembali mengalami kerusakan sebelum di tempati. Dan beberapa atap sudah mulai lepas dan beterbangan.

Plafon dan Air Condicioner AC hilang dan mulai lepas dan daerah sekitar perumahan mulai di tumbuh i pohon yang layaknya hutan buatan .

Perumahan DPRD Natuna yang dibangun sebanyak kurang lebih 19 unit ini, dari informasi yang ada (Red) mencapai kurang lebih 1 miliar unit Tipe 180.

Berarti belasan milyar rupiah pula akan terbuang dengan sia-sia jika tidak di tempati.

Salah satu tokoh Agama  Abdullah, di Ranai Natuna mengimbau agar pemerintah Daerah memperhatikan hal itu.

“Alangkah baik nya jika rumah yang telah dibangun harus di tempati, sehingga dana yang dikeluarkan dari APBD tidak mubazir dan habis tanpa guna,” ungkap .

Jika perumahan DPRD tidak di tempati,di Khawatir kan akan berubah Fungsi menjadi perumahan “Hantu”, dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi tempat maksiat bagi kalangan orang yang tidak bertanggung jawab.

Mengingat lokasi perumahan DPRD Natuna tidak jauh dari tempat Prostitusi.

Sementara itu pihak kontraktor Duta Graha Mengerjakan Tahun 2009 hingga berita ini di terbitkan tidak bisa dihubungi karena keberadaannya tidak ada di Natuna.

“Semenjak dibangun perumahan Dewan dan Satu Paket Pekerjaan  Pembangunan aral Masjid Agung Gerbang Utaraku, Hingga Kini hasil Pengerjaan dan Pemakaian Belum serah terima Ke Pemerintahan Daerah,ungkap Seorang Staf PU Kabupaten Natuna. (riki)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG