Apresiasi Penggusuran Kios Simpang Frenky, Apakah Berlanjut ke Nagoya?

404

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Semenjak HM Rudi sukses menjabat sebagai Walikota Batam periode 2016-2021, Pemko Batam saat ini tengah gencar melakukan pembersihan terhadap kios-kios liar yang berada di row jalan.

Amsakar dan pengusuran simpang frengkySebagai bukti, baru saja menduduki kursi nomor 1 di Kota ini, Walikota Batam, HM Rudi melalui tim penegak Perdanya telah banyak menggusur beberapa tempat keberadaan kios liar yang ada di Batam.

“Tak punya perasaan, tidak pula memikirkan kerugian kami yang telah keluarkan modal dalam membangun kios itu”, begitulah perkataan warga yang kecewa dengan aksi gusur tersebut.

Menanggapi persoalan ini, seorang warga Batam bernama Ali, kepada wartakepri.co.id Jumat (29/4/2016) menyatakan bahwa dirinya mengapresiasi terhadap gebrakan dari pemerintah kota dalam masa kepemimpinan yang baru.

Namun, kata Ali, tindakan demikian dinilai masih belum sepenuhnya maksimal. Dikarenakan praktek dari aturan itu tidak menyeluruh, sehingga terkesan seperti ada perbedaan dari penentuan lokasi yang akan dilakukan penggusuran.

Menurutnya, Pemko tidak cermat dalam memperhatikan titik lokasi yang akan diberangus. Padahal, kios yang sangat jelas bertengger di row jalan pusat kota, saat ini masih banyak terlihat.

Bicara soal ini, sebut Ali, pemerintah kota harus bersikap adil. Kalau memang melanggar aturan, mestinya semua digusur. Jangan ada perbedaan, dan sediakan juga fasilitas tempat untuk mereka yang telah tergusur, sebab ini menyangkut kesejahteraan rakyat kecil.

Terlihatnya perbedaan dari aksi penggusuran yang telah dilakukan pemerintah kota, adalah dengan masih adanya bangunan maupun kios liar di sejumlah tempat, bahkan lokasinya berada dikeramaian pusat kota Batam, paparnya.

Diantaranya adalah di daerah sekitaran DC Mall Jodoh, Top 100 sekitaran Hotel 89 Penuin, Winsor dan kawasan Nagoya Newto. Disana sangat banyak ditemukan aktifitas dari sejumlah kios-kios liar yang masih saja ada hingga saat ini, alangkah baiknya jika lokasi tersebut juga ikut dalam daftar penggusuran tim penegak perda Kota Batam, imbuhnya.

“Kita sebagai masyarakat tentu menunggu, dan jika memang ditertibkan maka Kota Batam bisa menjadi kota Wisata Kota yang nyaman dan tertib,”ujar Ali ke wartakepri.(ichsan)

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA