Warga Natuna Butuh Pejuang untuk Transportasi

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Warga Kabupaten Natuna sangat membutuhkan pejuang untuk pengadaan transportasi warga Natuna dan Anambas pengganti Kapal Sabuk Nusantara 30 dan 39. Sebelumnya, alat transportasi laut ini diperjuangkan dua tokoh masyarakat Kepri, yakni Almarhum Muhammad Sani dan Almarhum Sofyan Samsir.

Awalnya, Sani dan Sofyan Samsir sempat memberikan perhatian serius menyikapi transportasi laut di Natuna dan Anambas. Tetapi, perjuangan kedua pejuang ini belum direspon positif Kementerian Perhubungan Pusat.

Hingga, kedua kapal Sabuk Nusantara 30-39, Belum ada tanda berlayar ke dua Kabupaten tersebut.

“Sebagai Gubernur Kepri, H.M Sani sudah menyurati instansi terkait,” ujar Muttaqien,  Aliansi Pemuda Peduli Natuna, (1/5/2016).

Padahal, katanya, armada itu sangat dibutuhkan oleh warga untuk pulang kampung  ke Kecamatan Pulau Laut dan Kecamatan Subi. Akhirnya, terpaksa warga menggunakan alternatif kapal minyak. Dan kondisi ini tidak bisa menjamin keselamatan warga.

“Surat sudah pernah kirim ke pusat, namun hingga kini belum ada jawaban, apakah KM Sabuk Nusantara bisa berlayar atau ada pengganti,” kata Muttaqien

Perjuangan untuk kepentingan masyarakat Natuna-Anambas ini juga disuarakan oleh Sofyan Samsir. Namun, hasilnya tetap saja masih belum ada perkembangan akan beroperasinya kapal ini.

Sebelumnya, ada permintaan DPRD Kepri kepada PT Pelni sebagai pengelola KM Sabuk Nusantara 30 dan 39 untuk menyediakan kapal pengganti yang tidak bisa disanggupi pihak Pelni. Pasalnya pihak Pelni tidak memiliki kapal pengganti yang bisa dialihkan jadwal pelayarannya.

“Tidak ada kapal yang bisa dialih jadwalnya sehingga kita tidak bisa memberikan solusi pengganti kapal rusak. Nanti masyarakat daerah lain yang marah jika Pelni berikan kapal pengganti. Jadi tidak ada solusi kapal pengganti,” kata Kepala Bagian Operasional PT Pelni Cabang Tanjungpinang-Kepri, Ismet.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Riau, Muramis menyatakan kepastian kapal pengganti merupakan wewenang Pelni. “Soal kapal pengganti untuk KM Sabuk Nusantara yang rusak, silahkan tanya ke Pelni,” kata Muramis singkat. (riky)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG