Mencuat Lagi, Dugaan Money Laundry di Obligasi 1.9 T Bank RiauKepri

WARTAKEPRI.co.id, RIAU – Adanya indikasi upaya pencucian uang yang berawal dari terbitnya surat berharga obligasi Bank Riaukepri senilai Rp 1.9 Triliun. Diduga ada kejanggalan dan malah merugikan pihak Bank sendiri.

Hal tersebut diungkapkan ekonom Riau, Viator Butarbutar bahwa proyeksi obligasi yang telah diterbitkan itu, sangatlah merugikan pihak Bank.

Menurutnya, obligasi yang diterbitkan Bank Riaukepri kepada pemegang saham, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi dan pihak lain yang dapat merugikan dan mengurangi keuntungan Bank, menjadi temuan dasar kasus obligasi Rp1.9 triliun.

PKP EXPO

Ditambahkannya, kebijakan penerbitan obligasi ini, dengan menetapkan suku bunga kredit dibawah suku bunga dana, telah melanggar Surat Edaran dari Bank Indonesia. Ini merupakan pelanggaran terhadap Surat Edaran BI no 6/15/DPNP/tanggal 31 Maret 2004 dan dicabut yang diganti dengan SE BI no 13/8/DPNP/2011 tanggal 28 Maret 2011 dan SE BI no 13/26/DPNP/tanggal 30 November 2011, perihal perubahan SE BI no 13/8/DPNP/tanggal 28 Maret 2011 tentang uji kemampuan dan kepatutan pada BAB III.

Menyikapi itu semua, Direktur Eksekutif Indonesia Monitoring Develovment (IMD), R. Adnan SH.MH, mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan proses hukum terkait indikasi adanya upaya pencucian uang senilai Rp 1.9 Triliun tersebut.

“Dugaan ini harus segera dibuktikan oleh aparat berwenang, dikarenakan jelas ada upaya pencucian uangnya. Bukti lengkapnya kan sudah jelas, bahwa adanya kerugian bagi pihak Bank yang menerbitkan. Tidak akan mungkin sebuah Bank punya produk malah akan merugikan, ini perlu diusut,” kata Adnan.

Masih kata Adnan, pelaku dugaan kasus ini, selain Tipikor, juga dapat dijerat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sehingga nanti dalam tuntunannya dipakai semua indikasi pelanggaran hukumnya. Sementara untuk vonisnya sendiri, dapat diambil dari bukti pelanggaran yang terberat. Maka dari itu, kita minta aparat berwenang untuk segera menindaknya. (ichsan)

Sumber: (forumriau.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24