Kemenang Ingin Mewujudkan Batam Madani Melalui Gerakan GKS RT Emas

268

WARTAKEPRI.co.id , BATAM – Sebagai upaya untuk mensukseskan Gerakan Keluarga Sakinah Berbasis RT Emas (GKS-RT Emas), Kementerian Agama Kota Batam mengelar diskusi Panel di Gedung Pemko Batam Lantai IV, Rabu (11/5/2016).

Diskusi panel denga tema “Pembinaan Penyuluh Agama Islam kota Batam Mempersiapkan Penyuluh Agama Untuk Mensukseskan GKS-RT Emas” ini mendatangkan narasumber Anggota DPD RI Hardi Selamat Hood, Kepala Bank Indonesia Kepri Gusti Rizal Eka Putra, Mewakili BNN Kepri Muhammad Ali, Mewakili Dinas Kesehatan Kota Batam Dr Solihin, Mewakili Dinas PMK-UKM, Mewakili Kapolresta Barelang dan Kabid Bimas Isla Kemenag Kepri Erman Zaruddin dari BMT Al Hayu serta seluruh penyuluh agama islam Kota Batam.

Kepala Kantor Kemenag Kota Batam Zulkifli Aka yang dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa gerakan keluarga sakinah mempunyai 13 kriteria RT emas yakni pertama adalah keluarga memiliki kutipan akta nikah, kedua warga usia 7 tahun keatas mampu membaca al-qura’an, kemudian warga usia 10 tahun keatas melaksanakan shalat.

Warga memiliki Al-Qu’an terjemah dan sajadah, 80 persen warga melaksanakan gerakan sadar zakat dan wakaf, 80 persen wanita muslimah berpakaian sopan dan berjilbab.

PKP HIMALAYA

Selain itu, untuk kebersihan, dilihat dari pekarangan bersih, rapi dan tersedia tong sampah, 80 persen warga pria dewasa aktif shalat berjamaah, secara berkala mengadakan gotong royong.

Diharapkan juga, tidak ada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), warga menjaga kerukunan antar umat beragama, budaya sapa, senyum, salam dan tolong menolong serta tidak ada perjudian, peredaran miras dan narkoba.

” Itu semua yang harus kita galakkan untuk menciptakan kota Batam Madani, untuk itu kita harap penyuluh-penyuluh sebagai ujung tombak dalam pembinaan agama dan mensukseskan gerakan keluarga sakinah berbasis RT Emas,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Zulkifli tujuan dari diskusi ini adalah untuk memberikan pemahaman dan fungsi kepada penyuluh baik PNS maupun Non PNS dan memberikan wawasan dan bertukar fikiran dengan nara sumber yang hadir karena seorang penyuluh agama mempunya tantangan untuk mampu menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.

” Tugas penyuluh tidak hanya terfokus pada pembinaan spiritual dan mental saja karena tugas penyuluh juga harus bisa menjelaskan bahaya narkoba, dan pentingnya keluarga sakinah dan perkembangan permasalahan yang berkembang saat ini baik itu masalah ajaran sesat dan lainya,” tutupnya.(iin)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel