Membandel, Ternyata Masih Ada Aktivitas Reklamasi di Batam



WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Penghentian kegiatan reklamasi di sejumlah pesisir di Batam ternyata tidak sepenuhnya dipatuhi oleh pihak perusahaan yang mengerjakan reklamasi.

Pada saat pemantauan, tim menemukan masih ada aktivitas reklamasi yang berjalan. Meski sehari sebelumnya Pemerintah sudah menyampaikan surat perintah pemberhentian sementara seluruh kegiatan reklamasi.

“Kepala daerah sudah memberi arahan agar semua aktivitas reklamasi dihentikan sementara. Untuk itu hari ini kita turun. Dan buktinya ini, masih ada aktivitas reklamasi yang dilakukan,” kata Agussahiman, ketua Tim 9 yang membahas masalah reklamasi di Batam.

Agussahiman bersama timnya, mendatangi beberapa titik proyek reklamasi yang berada di Batam Centre, Bengkong, Tiban, dan Pulau Janda Berhias.

Menurutnya ada dua macam sanksi yang diberikan kepada pihak pelanggar ketentuan tersebut, yakni sanksi administratif dan pidana. Tahap awal ini tim hanya memberikan sanksi administratif berupa penyitaan alat-alat berat yang dipakai untuk mereklamasi pantai.

“ Lokasi yang dievaluasi tim 9 saat ini ada 14 titik. Namun tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah sesuai temuan tim di lapangan maupun laporan warga. Karena masih banyak kawasan-kawasan lain, ini baru kawasan utara dan kawasan timur,” kata Sekretaris Daerah Kota Batam ini.

Kepala Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam, Dendi N Purnomo mengatakan selanjutnya tim akan meningkatkan proses dari penyelidikan ke penyidikan. Hal ini dilakukan karena ada bukti pelanggaran yang dilakukan oleh pihak pelaksana proyek.

“ Artinya mereka tidak mengindahkan peringatan dan larangan yang dikeluarkan pemerintah.

Pemerintah sudah memaksa untuk berhenti dan mengikuti PP nomor 122 tahun 2012. Kita minta berhenti tiga bulan sampai mereka melengkapi persyaratannya,” ujar sekretaris Tim 9 tersebut. (ded/mcb)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News