PH Terpidana Mati Yeheskiel Sebut Jaksa Tidak Pahami Materi PK ‎

935

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Irwan Tanjung SH selaku penasehat hukum (PH) dari Yeheskiel Ginting, pelaku pembunuhan sadis terhadap empat korban dalam satu keluarga pada tahun 2005 silam.

Dalam tanggapan memory PK terdakwa yang dibacakan Irwan Tanjung SH mengatakan bahwa Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Batam tidak memahami dan tidak menguasai materi serta tidak menguraikan dakwaannya.

Kemudian JPU serampangan dan tidak mempunyai dalil dalil hukum dan tidak mempunyai kosa kata. JPU berperan sebagai politiku dan tidak mengerti arti novum.

” Pisau dan golok merupakan dalil yang berbeda. Alasan karena tidak mempersiapkan benda tajam untuk membunuh. Mayat mayat bergelimpangan dan darah yang mengalir adalah merupakan perbuatan karena mabuk dan ganja,” ujar Irwan Tanjung enteng, Kamis (19/5/2016).

Sementara, PH terdakwa yang tidak mengerti arti Novum. Yang dimaksud PH terdakwa Untuk mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) baik perkara pidana maupun perdata, salah satu syarat materiilnya adalah ditemukannya bukti baru, atau keadaan baru , atau yang disebut dengan Novum.

“Ini tidak ada bukti baru yang diajukan atau sedikitnya pihak dari korban memaafkan perbuatan terdakwa,” ujar JPU, Rumondang Manurung SH

Terdakwa Yehezkiel Ginting menjadi status hukuman mati dan menunggu eksekusi. Yehezkiel telah divonis mati sejak tahun 2005 silam oleh PN Batam dan diperkuat di tahun yang sama oleh Pengadilan Tinggi Negeri (PTN) Pekanbaru.

Sidang yang diketuai Majelis Hakim Julkifli SH didampingi Iman Budi Putra SH dan Hera Polosia SH. Sidang kembali di gelar minggu depan dengan agenda jawaban JPU. (nikson )
Honda Capella