Semoga Partai Demokrat Tidak Salah Pilih Nama Untuk Calon Kepri 2

11

Partai Demokrat menjadi partai tunggal untuk mengusulkan nama calon wakil gubernur Kepri. Tahapan penjaringan untuk menjadi Wakil Gubernur Kepri ini telah dilakukan pertengahan minggu ke tiga Mei. Hasilnya, 14 orang telah mendaftar, mereka adalah tokoh masyarakat, politik, pengusaha, mantan jenderal, mantan walikota, birokrat hingga kandidat dari keluarga besar almarhum HM Sani.

Partai Demokrat penentu karena, sebagai partai pengusung pasangan Gubernur Kepri HM Sani dan Nurdin Basirun pada Pilkada Kepri 2015 lalu, disamping partai Gerindra dan partai PPP dan Nasdem. Memang Pilkada Kepri telah selesai, namun cerita Provinsi ini belum selesai.

Provinsi Kepri yang baru berusia 10 tahun kini dipanasin dengan proses siapa yang akan menjadi wakil gubernur. Padahal, kondisi Perekonomian Provinsi Kepri yang dimana ada Kota Industri Batam didalammnya, pada Triwulan I 2016 hingga saat ini dalam kondisi terpuruk. Bank Indonesia Perwakilan Kepri menyampaikan peringkat pertumbuhan ekonomi Kepri kini posisi 5, kalah dengan Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Dalam paparan BI, kondisi melemahkan ekonomi kepri telah rasakan sejak Oktober 2015 lalu hingga sekarang. Tidak adanya masuk investor asing ke Kota Batam, telah mengakibatkan daya beli masyarakat menurun.

Secercah harapan akan membaiknya Kepri, paska terpilihnya Gubernur Kepri secara demokratis, ternyata tidak membuat baik kondisi ekonomi Kepri. Masalah timbul, ketika Pemerintah akan mengganti status Pulau Batam, dari FTZ bebas ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta mengganti siapa yang akan menjadi pejabatnya.

Presiden turun tangan, dan akhirnya April 2016 lalu, Batam resmi KEK dan para pemimpin BP Batam pun berganti. Langkah baik pergantian ini, ternyata belum berdampak positif akan pertumbuhan investasi di Kepri.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Indikator melemahnya perekonomian di Kepri, terlihat pengusaha yang selama ini melakukan impor kebutuhan bagi masyarakat Batam, tiarap. Tingginya regulasi dan ketatnya aturan masuk barang dari luar negeri, diduga membuat para pengusaha lokal di Kepri takut memasukan barang mereka. Disatu sisi positif, namun disisi lain, masyarakat Batam akan mendapatkan harga barang tinggi, karena pasokan berkurang.

Pertumbuhan ekonomi Kepri dulu sempat terbantu dengan dana bagi hasil minyak di Natuna dan Anambas. Tapi, sudah dua tahun ini, dana bagi hasil ini tidak lagi besar, karena harga minyak dunia tengah turun dan dampaknya produksi minyakpun turun.

Jika angka investasi Batam telah memberikan nilai positif bagi daerah dan kabupaten lain di Kepri, maka sosok yang harus mampu menjadi wakil Gubernur Kepri adalah sosok yang memiliki jaringan internasional. Modal kuat dari masing masing kandidat yang mendaftar ke Partai Demokrat, tidak cukup.

Memang politik itu butuh biaya, dan partai politik selalu melihat ekonomis dulu baru kapabilitas sang calon. Ekonomis dilihat dari sisi, keberlangsungan keuangan partai, serta menjaga kekompakan kader partai melalui berbagai kegiatan.

Walau ada yang menilai, pelantikan Gubernur Defenitif bisa jadi akan terus di undur, dan bisa juga proses penetapan wakil guburnur akan memakan waktu satu tahun kedepan, namun upaya yang dilakukan Demokrat saat ini harus diacungi jempol.

Kini telah 14 nama calon mendaftar kini tengah proses seleksi. Dari 14 daftar nama yang masuk ke Partai Demokrat Kepri ini adalah, nama Huzrin Hood, Isdianto, Mustafa Widjaja, Ahmad Dahlan. Lalu ada juga dari kader Demokrat dan perorangan, mereka adalah Surya Sardi, Huznizar Hood, Surya Makmur Nasution, Agus Wibowo, Hotman Hutapea, Imalko, Fauzi Bahar dan Rini Fitriani.

Sekilas, pertarungan memperebutkan kursi Kepri 2 ini, pertarungan antara kakak dan adek, lalu pertarungan paman dan ponakan, pertarungan mantan pejabat non job, serta pertarungan kader parpol Demokrat yang dinimai sebagai peserta meramaikan isi berita.

Kembali ke peran aktif Demokrat, yang menjaring calon dengan sistem test dan uji kelayakan. Apapun, hasilnya, nama besar mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhonyono pasti mementukan.

Jika melihat gesekan politiknya nanti, dan proses pleno anggota DPRD Provinsi Kepri juga menentukan dalam plenonya, maka kalau munculpun ada dua atau tiga nama yang akan disodorkan ke Nurdin Basirun, tidak saja disukai Nurdin Basirun, namun harus di “sukai” oleh partai politik seperti PDI Perjuangan, Golkar serta PAN.

Harapan masyarakat saat ini tertuju pada Partai Merci ini. Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun
butuh sosok yang hebat dalam komunikasi dalam dan keluar negeri. Sosok yang mengerti bagaimana mencipatakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi dan investasi. Sosok yang mampu menjawab setiap keluhan masyarakat di Kepri. Sosok yang memiliki jaringan kuat ke Istana Negara, sosok yang kuat memiliki jaringan ke Singapura dan Malaysia.

Kepri dan terkhusus Kota Batam, bagaikan etalasi Indonesia. Ragam suku dan ras ada di Batam. Batam sudah mendekati gaya hidup orang Jakarta, Bali dan Surabaya. Kalau ada yang berpikir orang nomor dua di Kepri hanya sebagai pelengkap saja, maka akan celaka Kepri 4 tahun kedepan. Semoga partai Demokrat memahami kondisi di Kepri, yang saat ini masyarakatnya tengah susah mencari kerja, karena banyak industri manufaktur dan perkapalan di Kepri tengah melesu. (*)

Dedy Suwaddedy suwadha pimred wartakepri.co.id 2ha, SPD
Pimpinan Redaksi
Warta Media Group

Komentar Anda

BBK MURAH FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI