Menkominfo Rudi Antara Sosialisasi Proyek Kabel Internet Laut di Pemko Batam

297

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Untuk mengatasi kebutuhan jaringan serat optik di daerah terpencil, Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika akan melaksanakan pembangunan jaringan serat optik pada 57 Kabupaten/Kota (KK) yang ada di Wilayah Barat.

Proyek ini merupakan pengembangan jaringan telekomunikasi ke seluruh Kabupaten/Kota dengan menggunakan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dan Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO). Idenya dimaksudkan sebagai tulang punggung (backbone) bagi sistem telekomunikasi nasional, dan merupakan bagian dari proyek nasional yang telah tercantum dalam RPJMN 2015-2019.

” Dari total 514 KK diseluruh Indonesia, saat ini terdapat 457 KK yang telah dan akan terjangkau dengan jaringan telekomunikasi SKKL dan SKSO. Pembangunan tersebut, merupakan komitmen operator telekomunikasi selama kurun waktu 2007-2015 dengan target terselesaikan pada tahun 2017 mendatang,” ujar Kemkominfo RI, Rudi Antara di Lantai IV Gedung Pemko Batam, Rabu (15-6-2016).

Dijelaskannya, sebagian besar jaringan serat optik yang telah dibangun, terfokus pada daerah-daerah kota besar dengan potensi komersial yang memadai. Sedangkan sisanya sebanyak 57 KK tersebut, merupakan daerah terpencil dengan kontur geografis yang sulit dan potensi pengguna yang relatif kecil.

PKP HIMALAYA

Menurut Rudi Antara proyek ini dilakukan dengan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dimana dalam pekerjaannya tersebut, dibagi menjadi 3 paket yakni Paket Barat, Paket Tengah dan Paket Timur.

Untuk pekerjaan Paket Barat, sebut Rudi, daerahnya meliputi Kabupaten Bengkalis Riau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, Kabupaten Natuna Kepri, Kabupaten Lingga Kepri, dan Kabupaten Anambas Kepri.

Manfaat utamanya adalah untuk mendukung jaringan telekomunikasi tetap (fixed) dan seluler (mobile), serta layanan berbasis teknologi yang digalakkan dalam program pembangunan seperti diantaranya pendidikan jarak jauh (tele edukasi), konsultasi medis jarak jauh (tele kesehatan), pemanfaatan e-government dan akses internet serta siaran TV ke berbagai pelosok nusantara, paparnya.

Oleh karena itu, integrasi jaringan backbone ini akan sangat mendukung secara tidak langsung ketahanan nasional dengan meningkatnya akses informasi. Proyek juga akan diposisikan untuk memudahkan dan memurahkan komunikasi Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ) sekaligus mempercepat penetrasi jaringan telepon di Indonesia, imbuhnya.

Rudi menjelaskan ini saat kunjungan kerja ke Pemko Batam dan disambut langsung oleh Muhammad Rudi Walikota Batam, Amsakar Ahmad Wakil Walikota Batam, Salim Diskominfo Pemko Batam dan sejumlah pejabat lainnya.(ichsan)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel