Ketua DPRD Batam: Soal Perda Baca AlQuran Akan Pelajari Dulu

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam No. 58 tentang wajib bisa baca Al Qur’an bagi anak sekolah yang disebut-sebut terkena dampak penghapusan oleh kebijakan Pemerintah Pusat, masih ini menjadi perbincangan panas ditengah masyarakat Batam.

Menanggapi itu, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, SH,MH kepada wartakepri.co.id, Sabtu (18/6/2016) mengatakan bahwa dirinya akan melihat dan mempelajari terlebih dahulu terkait informasi tersebut. Dikarenakan belum mengetahui tentang kepastian, dan juga belum ada mendapat laporannya.

” Nanti akan kita lihat dulu. Kebetulan saya belum membaca laporannya dari bendahara”, ujarnya seusai menghadiri acara buka puasa bersama Walikota Batam di Perumahan Rosedale Batam Centre.

Ditambahkan Nuryanto, tentang bagaimana kebenarannya, nanti akan di kroscek dan dilakukan evaluasi. Mendagri selaku pembina daripada pemerintahan daerah, dalam memutuskan tentunya harus mengacu kepada perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, semua Perda yang dianggap bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, seharusnya dapat dievaluasi. Mudah-mudahan tidak Perda Kota Batam yang masuk dalam daftar penghapusan itu, sudah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi.

Oleh sebab itu, kita akan mempelajarinya dulu, dan juga akan melakukan evaluasi. Bersama-sama duduk dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk membahas hal itu. Apabila memang tidak sesuai, nantinya akan kita revisi kembali, terangnya.

Jika Kemendagri memang melakukan penghapusan Perda No. 58 itu, tentunya harus ada alasan dan dasar yang jelas. Kita dalam hal ini DPRD Kota Batam, harus perlu tahu alasan pencabutan Perda tersebut. Apakah benar bertentangan atau tidak. Kalau memang bertentangan, maka tidak ada alasan jika harus dicabut, tukasnya.

Sementara itu, Alim Ulama Batam, Deden turut menuturkan kalau dirinya secara pribadi sangat menyayangkan kebijakan pemerintah pusat tersebut. Melihat dari visi Kota Batam sebagai Bandar Dunia Madani, tentunya sangat mengharapkan Alqur’an sebagai motivator yang sekaligus menjadi generator dalam rangka menuju Madani dan akhlak yang lebih baik.

” Mungkin pemerintah pusat mempunyai wacana dan rencana yang lain. Akan tetapi, kalau bisa Perda itu janganlah dicabut”, pungkasnya.(ichsan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG