Lambatnya Proses Bongkar Muat di Pelabuhan Penagi ‎Berdampak ke Harga Barang

668
WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – ‎‎Berapa Bulan lalu   ‎ Nurdin Basirun mengatakan Pelabuhan Penagi Natuna akan diperlebar lagi yang memiliki fungsi berbeda.
” Selain bongkar muat barang, Pelabuhan Penagi. saat ini peruntukkan kapal penumpang dan kapal kargo sifatnya menumpang . ‎Saat ini sandar kapal juga terbatas,”ucap Omar  Cif Oficer Kapal  KM Glory Indah, kepada WartaKepri.co.id di Pelabuhan Penagi.
Penuturan sang gubernur itu apakah tahun 2017 dapat direalisasikan. ucap Oemar.
“Pelabuhan mesti dilengkapi cran, supaya bongkar muat barang lebih lancar. ‎Sekarang satu kapal bisa Dua Minggu , harusnya Dua Hari  selesai,” sebut Oemar.
Ia mengatakan, keterlambatan bongkar muat yang kerap terjadi di Pelabuhan Penagi akibat kondisi pelabuhan tersebut yang tidak mampu lagi menampung kapal-kapal pengangkut barang untuk bersandar atau berlabuh melakukan pembongkaran.
Dari pantauan media hari ini, ada sekitar delapan kapal besi masing masing berukuran bobot dari 800-1300 Ton.
Fasilitas pelabuhan itu sudah tidak bisa lagi menampung kapal-kapal yang bersandar, seiring semakin bertambahnya volume kapal yang melakukan pembongkaran.
 
Seperti terlihat pada, Senin (20/6/2016) ada sekitar delapan kapal besi masing masing berukuran bobot dari 800-1300 Ton.
Masih kata Omar, baguslah kalau pak Nurdin mau memperhatikan pelabuhan Penagi Nurdin bilang  akan memprioritaskan pelebaran dan menambah panjang Pelabuhan Penagi pada tahun 2017 mendatang.
Agar lebih dari dua kapal bisa melakukan bongkar muat diwaktu yang sama.
Masyarakat pedagang di Pasar Ranai natuna seperti pedagang pakaian dan kelontong  saat ini sangat bergantung dengan moda transportasi laut.
Kapal  muatan milik pengusaha lokal saat ini menjelang lebaran para pedagang mengandalkan kapal tersebut harus bersabar sebab barang dagangan tidak kunjung di bongkar di Pelabuhan Penagi.
Rony salah seorang pedang kain terpakasa bersabar menunggu berhari hari agar barang dagangan segera dibongkar muat.
‎” Udah dua minggu barang dagangan saya masih di atas kapal berlabuh di Penagi mas,saat di tanya petugas kapal dia mengatakan masih belum bisa di bongkar karena buruh Penagi sangat terbatas kita tunggu antri bongkar,” ucap ABK kapal kepada Rony.
Barang dagangannya harus di jual cepat menginggat Ramadhan tidak lama lagi penghujung Ramadhan. Kata Rony.
Hal sama Juga di rasakan Delvi berjualan bahan sembako juga mengandalkan kapal milik pengusaha lokal.
Kapal kapal besi di natuna yang nota bene adalah pemilik para pengusaha2 besar dan juga penjual  barang kelontong , sembako dan bangunan.
Delvi juga merasakan hal yang sama terpaksa harus nunggu berminggu minggu untuk dibongkar barang dagangan dari palka kapal juga alas nya sama tenaga buruh sangat kurang.
Senin (20/6/2016) dari pantauan , kapal bersandar di pelabuhan Penagi ada Enam Kapal Kargo di tambah satu kapal Crow boot milik PT Santos lagi bersandar di dermaga.
KM.Crow Boot Panmerin,KM Kawarane,KM bintang Natuna Jaya,KM Natalia Putri ,KM Shoroyu permai, KM mitra Bahari,KM Glori Indah.
” Udah seminggu mas ,Kapal kami di dermaga Penagi  tiba dari jakarta Untuk menunggu antrian bongkar muat Barang,” ucap Rinto ABK Kapal KM Suroyu Permai kepada wartakepri.co.id.pelabuhan.
Kapal Suroyu Permai dari sejak kamis lalu tiba dari Jakarta ke Natuna ,Hari ini Baru dapat giliran bongkar muat. kata Rinto. (ricky)
DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA