HUT BI ke-63, Pemprov Khawatir Jelang Lebaran Harga Naik Pasokan Tidak Ada – WartaKepri.co.id
6 views

HUT BI ke-63, Pemprov Khawatir Jelang Lebaran Harga Naik Pasokan Tidak Ada



PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri ikut merayakan ulang tahun ke 63 bersama seluruh pimpinan bank dan pemerintah di Kepri, Jumat (1/7/2016) di Hotel Haris, Batam, Center, Kota Batam.

Peran Bank Indonesia di Kepri sangat menentukan terutama untuk mengendali inflasi dan pemantauan kebutuhan sembako di Kepri setiap bulan.

Acara HUT ini juga dihadiri Plt. Sekdaprov Kepri Reni Yusneli. Dalam sambutannya, Plt. Sekdaprov Kepri mengemukakan jika saat ini masyarakat sedang dihadapkan dengan persoalan kenaikan harga kebutuhan pokok yang sangat signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah.

Reni berharap, meskipun harga barang naik, namun setidaknya agar stok barang tetap tersedia, sehingga masyarakat masih bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan.

“Sekarang terasa sekali kenaikan harga barang menjelang lebaran. Dan kita tetap berharap masyarakat masih bisa mendapatkana barang-barang kebutuhannya. Karena yang dikhawatirkan seiring harganya mahal, barang tidak ada pula. Masih lebih baik mahal tapi barang tetap ada,” kata Reni.

Hadir juga dalam acara ini Asisten II Pemko Batam Syuzairi, ketua DPRD kota Batam Nuryanto, jajaran FKPD Kepri, ketua BP Batam, para pimpinan Perbankan di Batam, asosiasi pelaku usaha, pelaku usaha hingga anak yatim piatu.

Sementara itu, Kepala BI Batam Gusti Raizal Eka Putra dalam sambutannya mengatakan bahwa perjalanan BI menuju 63 tahun adalah waktu yang cukup panjang. Dimulai dari cikal bakal “The Java’s Bank” dulunya, kemudian pada tahun 1963 dikonversi ke Nasional dan menjadi Bank Sentral. Kemudian tahun 1968 diubah lagi UU Bank Sentral, baru mulai beroperasi dengan fungsi seperti ini, otoritas moneter dengan sasaran multifungsi.

Tahun 1963 fungsi Bank Sirkulasi dan Kas Pemerintah. Setelah krisis terjadi lagi perubahan besar di BI, yakni tahun 1999, hingga berubah fungsi hanya boleh menangani otoritas moneter dengan objektik/sasaran bagai mana BI harus bisa menuju ke stabilan nilai rupiah dengan melihat inflasi dan nilai tukar yg terkendali.

“Kemudian 2014 ada perubahan lagi dengan kemunculan OJK. Tugas BI sekarang di samping otoritas moneter, juga otoritas sistem pembayaran dan makro finansial,” terangnya. (humasprov)

Pendapat Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA


PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA