Menteri Susi Undang Duta Besar Norwegia Berkunjung ke Natuna – WartaKepri
27 views

Menteri Susi Undang Duta Besar Norwegia Berkunjung ke Natuna

Warta Nelayan Natuna

PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Potensi kemaritiman di Wilayah Natuna mulai dilirik negera-negara Eropa. Informasi yang didapat WartaKepri.co.id, bahwa pada Jumat (22/7/2016) akan hadir rombongan Duta besar Norwegia Mr.Stig Taavig. Kehadirannya ke Natuna untuk memenuhui undangan khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudji Astuti.

Bagi Norwegia, potensi alam Natuna dan kondisi geografisnya hampir sama dengan kampung Halaman sang Duta Besar di Norwegia.

Dengan kondisi itu, wartakepri.co.id mencoba menggali informasi potensi perikanan yang memang telah dikelola secara moderen di Norwegia.

Dalam beberapa tulisan, dan dikuti dari laman agustiar.com, dilansir tentang sudut pandang negara norwegia dapat menjadi contoh untuk Natuna.

Industri perikanan merupakan tulang punggung daerah pesisir pantai Norwegia. Perikanan, budidaya laut dan kegiatan pengolahan ikan menyediakan lapangan kerja untuk lebih dari 30.000 orang. Jumlah nilai ekspor ikan dan produk ikan per tahun mencapai sekitar 30 milyar NOK, menempatkannya sebagai salah satu sektor ekspor terbesar Norwegia.

Norwegia merupakan negara kecil dengan luas wilayah 385.199 Km2 dan penduduk berjumlah 4,8 juta jiwa. Negara yang mempunyai garis pantai sepanjang 83.000 km ini merupakan negara yang maju didalam industri perikanan.

Kemampuan negara ini dalam mensejahterakan warga negaranya dengan memaksimalkan potensi perikanan dan kelautan yang dimiliki, dapat dijadikan contoh (role model) oleh bangsa kita tentang bagaimana manajemen perikanan yang baik. Dengan PDB (produk domestik bruto) per kapita sebesar 83.485, negara ini menempati posisi kedua Negara dengan PDB terbesar di dunia, dibawah Luksemburg.

Hal ini merupakan hal yang menarik, mengingat negara ini tidak banyak memiliki sumber daya minyak dan gas. Industri perikanan merupakan tulang punggung daerah pesisir pantai Norwegia. Perikanan, budidaya laut dan kegiatan proses ikan menyediakan lapangan kerja untuk lebih dari 30.000 orang.

Jumlah nilai ekspor ikan dan produk ikan per tahun mencapai sekitar 30 milyar NOK, menempatkannya sebagai salah satu sektor ekspor terbesar Norwegia. Oleh karena itu sangat penting bagi Norwegia untuk menerapkan manajemen sumber daya laut hidup yang sangat baik.
Perdagangan Perikanan

Norwegia merupakan pemasok ikan dan produk ikan terbesar di Eropa. Dalam rentang waktu 10 tahun terakhir, nilai ekspor negara tersebut meningkat dua kali mencapai 30 milyar NOK. Hampir 95 % hasil produk ikan dari negara ini diekspor, dalam bentuk lebih dari 2.000 jenis produk ke sekitar 160 negara.

Industri perikanan di negara ini mempekerjakan sekitar 30.000 orang, dimana sekitar 14.000 orang diantaranya bekerja di sektor penangkapan, sedangkan 6.000 orang di sektor budidaya ikan, serta 10.000 orang di proses produksi.

Sampai saat ini terdapat sekitar 800 lebih fasilitas penerimaan dan proses produksi, serta sekitar 500 eksporter berlisensi yang mewakili sisi penjualan dari industri ini. Setiap tahunnya, sebanyak 600.000 ton ikan dan kerang dari hasil budidaya menjalani proses produksi di Norwegia, dan volume produksi ini terus mengalami peningkatan.

Proses produksi dilakukan di sepanjang pantai Norwegia. Sebanyak 1.300 ijin telah dikeluarkan untuk budidaya ikan, dan sekitar 800 diantaranya untuk budidaya ikan trout dan salmon. Terdapat sekitar 100 fasilitas pemotongan serta pengepakan, dan saat ini tengah dikembangkan fasilitas industri makanan. Secara berkala, jenis baru dari hasil budidaya diperkenalkan untuk produksi komersial.

Norwegia merupakan pemimpin dalam jenis ikan yang budidaya, seperti Atlantic halibut, spotted wolfish, dan Atlantic cod. Makanan laut Norwegia memiliki reputasi yang sangat baik di seluruh dunia. Contohnya ikan Spring cod merupakan salah satu jenis ikan yang paling terkenal setelah salmon budidaya Norwegia. Ikan tersebut ditangkap di perairan dingin diluar pantai Utara Norwegia, dan menjadi salah satu bahan masakan utama para koki terkenal di seluruh dunia.

Jenis ikan dan kerang terkenal lainnya adalah mackerel, herring, berbagai jenis ikan putih, udang, dan kepiting. Saat ini terdapat lebih dari 2.000 jenis olahan produk makanan laut di Norwegia, termasuk ikan segar, daging ikan beku, ikan asap, ikan kering dan asin (klippfish), burger ikan, dan berbagai bentuk makanan jadi lainnya (seperti ikan tepung, tipis dan berbumbu).

Ikan budidaya Norwegia juga banyak digunakan dalam berbagai hidangan internasional, termasuk industri sushi Jepang. Tradisi sushi dan sashimi saat ini sudah menjalar ke seluruh dunia, dengan pertumbuhan per tahun mencapai 15 persen.

Industri Maritim

Norwegia merupakan negara maritim paling beragam di Eropa dan diakui dunia karena keahliannya dalam bidang peralatan laut, perkapalan, dan kemampuan untuk mengekploitasi pasar pasar baru.

Ekonomi kelautan Norwegia mencakup keseluruhan industri yang berkembang dan berhubungan dengan perkapalan dan industri akuakultur dimana mencakup beragam jenis produk dan layanan. Industri peralatan kapal Norwegia telah berkembang sejalan dengan pertumbuhan armada Norwegia.

Para manufaktur peralatan kapal menawarkan beragam produk berteknologi tinggi mulai dari mesin derek geladak dan peralatan lampu kapal hingga penanganan kargo elektronik canggih dan sistem kestabilan. Peralatan khusus untuk kapal pancing di perairan dalam dan pantai merupakan pasar penting lainnya.

Peralatan memancing yang kuat dan modern seperti pukat, jaring, motor, mesin derek, dan peralatan penangkap ikan serta navigasi canggih, mesin pendorong dan sistem manuver, memungkinkan nelayan untuk menemukan, mengembangbiakkan dan mengirim hasil tangkapan mereka seefisien mungkin.

Manajemen Internasional

Kebanyakan penangkapan ikan Norwegia dilakukan di Zona Ekonomi Eksklusif Norwegia. Bersama dengan zona perlindungan perikanan di sekitar Svalbard dan zona perikanan sekitar Jan Mayen, area perairan dibawah kekuasaan hukum Norwegia mencakup sekitar 2 juta km2. Kebanyakan bibit ikan yang diternak oleh Norwegia dibagi dengan negara lain. Oleh karena itu kerja sama manajemen menjadi penting.

Norwegia telah melakukan serangkaian negosiasi dengan negara tetangga dimana para pihak telah sepakat untuk bertemu secara berkala untuk menentukan tata cara manajemen dan kuota distribusi. Perjanjian paling penting adalah dengan Rusia dan Uni Eropa. Lebih lanjut, negara yang terletak di pesisir pantai Timur Utara Atlantik telah menandatangani perjanjian tentang pembibitan telur ikan herring dan mackerel Norwegia.

Kegiatan perikanan di luar area zona ekonomi nasional dikelola oleh Komisi Perikanan Atlantik Timur Utara (North East Atlantic Fisheries Commission, NEAFC) bekerja sama dengan negara di pesisir pantai. (rikyrinovsky/agustyarweb)

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA