Semangat Berorganisasi,Nelayan Subi Bentuk HNKS

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Para Nelayan Di kecamatan Pulau Subi tergabung dalam ,Himpunan Nelayan Kecamatan Subi mendeklarasikan semangat berorganisasi. Himpunan Nelayan Kecamatan Subi (HNKS) dibentuk pada 25 Juli 2016 bertempat di Balai Pertemuan Kecamatan Subi yang melahirkan semangat baru para nelayan  sekaligus tempat berhimpun.

Pemilihan secara aklamasi berdasarkan mufakat terbentuk  pengurus inti Himpunan Nelayan Kecamatan Subi (HNKS ) di pimpin sebagai ketua Mahyudin,Sekretaris Dony prandeska,serta bendahara, Rilrija.Ungkap pengurus Nelayan terima Wartakepri.co.id (26/7/2016).

Ketua terpilih HNKS  Subi , Mahyudin mengatakan, pihaknya akan bekerja maksimal dalam menjalankan roda organisasi.

Kemudian dia akan memprioritaskan kesejahteraan para nelayan yang ada di seluruh daerah Subi. lahirnya  organisasi nelayan di wilayah Pulau Subi  untuk wadah menampung berbagai keluhan dan permasalahan serta operasional nelayan subi, Meningkat  tarap kehidupan nelayan semakin baik.Tutur wahyudin.

“Intinya apa yang akan menjadi program pemerintah tentunya akan kita dukung, apalagi untuk kesejahteraan nelayan.”

“Nelayan mesti diutamakan, apalagi Natuna juga dikenal dengan daerah pesisirnya sangat Potensial”.tutur  Mahyudin.

 “Kita mengundang hampir  400 orang  nelayan  terdiri dari  unsur kecamatan Subi, aparat pemerintah desa, kades,bpd,lpmd,organiasi  pemuda  karang  taruna se kecamatan subi.”.kata Mahyudin.

Peramasalahan operasional nelayan subi selama ini mulai dari sulitnya mendapat Es, kalah bersaing dengan nelayan modern luar daerah, sarana tangkap yang  sangat terbatas menjadi kendala utama pulau subi.

Harapan ketua mewakili HNKS Subi, melalui organisasi ini nelayan subi dapat menyampaikan aspirasi formal kepada pemerintah khususnya menteri KKP. karena  sarana saat ini  termasuk dibutuhkan adalah  alat komunikasi radio HT portabel sehingga antar nelayan dapat  salung berbagi informasi saat di laut. Ucap Mahyudin.

Sementara Camat subi Romi R. Novik, S.stp di hubungi Wartakepri.co.id  mengatakan, Romy menyarankan kepada ketua terpilih agar segera melengkapi dan  mengurus akte pendirian sebagai syarat sah administrasi organisasi.Agar memiliki legalitas formal dan program jangka pendek dapat berjalan.

Romy Juga Menyarankan agar  ketua nelayan dapat  membentuk koperasi nelayan karena dengan  adanya lembaga koperasi diharapkan dapat langsung bekerjasama dengan KKP.

“Saya selaku camat Subi menyambut baik harapan Masyatakat  Subi, apalagi saat ini natuna sudah ditetapkan presiden untuk  percepatan pembangunan termasuk sektor perikanan.

“Melalui  wadah organnisasi dan  koperasi para  nelayan subi dapat  kerjasama  menjadi partner penerintah dalam program2 megaproyek natuna sehingga tidak menjadi penonton”tutup Romy.

Hal sedana dikatakan Nelayan subi mereka  berharap bantuan berupa alat mesin perahu, yang akan nemudahkan mereka masyarakat nelayan untuk beraktivitas dilaut dapat bersaing nantinya dengan nelayan luar daerah dari Natuna.Tutur Dony prandeska.

Dikatakannya bahwa sampai saat ini masyarakat nelayan belum  tersentuh bantuan apapun dari pemerinah.

“Kami mewakili Nelayan Subi  sebenarnya sangat berharap kepada pemerintah pusat , agar kelompok nelayan kami dapat bantuan alat mesin perahu, dan kami sebagai masyarakat nelayan disubi  tentunya sangat Berharap pada pemerintah agar Nelayan  kami lebih diperhatikan dan mendapat bekal ilmu tentang semangat maritim, karena selama kurang perhatian, Padahal dikelompok kecamatan luar dari subi, Sekarang sudah ada yang menerima bantuan tersebut,” Tutur Dony.

“Nelayan masih dianggap masyarakat kelas dua, padahal kontribusi mereka dalam pemenuhan gizi bangsa bisa dirasakan setiap hari di piring-piring masyarakat Indonesia,” Tututup nya seraya Berharap ada sentuhan dari KKP pusat.

“Pulau Subi”
Kecamatan Subi merupakan salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Natuna dan merupakan kecamatan pemekaran dari kecamatan Serasan.Secara yuridis, kecamatan Subi dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah kabupaten Natuna Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kecamatan Subi.

Pada awal terbentuknya, wilayah kecamatan Subi meliputi 4 desa yaitu desa Subi, Meliah, Subi Besar, dan Pulau Panjang.Seiring dengan perkembangan yang dialami kecamatan Subi, desa-desa yang berada di kecamatan Subi dimekarkan.Sampai dengan akhir tahun 2012, terdapat 8 desa yang menjadi wilayah kecamatan Subi yaitu desa Subi, Terayak, Meliah, Meliah Selatan, Subi Besar, Subi Besar Timur, Pulau Panjang, dan Kerdau.

Di Pulau Subi terdapat peninggalan dari penjajah Jepang sebuah bandar udara yang sudah tidak terpakai. Panjang landasan pacu kurang lebih 1 kilometer.Di Subi juga terdapat prasasti yang disebut masyarakat sekitar dengan Bukit Lampu.Prasasti ini sebagai tanda salah satu pulau terluar dari wilayah Republik Indonesia. (riky)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG