Kolonel Laut Arif Badrudin: Pentingnya Diterapkan MTMC di Perairan Natuna – WartaKepri
53 views

Kolonel Laut Arif Badrudin: Pentingnya Diterapkan MTMC di Perairan Natuna

Danlanal Natuna Kolonel Arif

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Ranai Kolonel Laut (P) Arif Badrudin, M.Mgt. Stud mengungkap tentang pentingnya perairan Natuna bagi perekonomian Global Asia Pasifik dan dunia secara umum. Hal ini diungkap oleh Arif dalam komunikasi singkat kepada wartakepri.co.id , ‎Sabtu (30/6/2016)‎
PKP DREAMLAND

Selain menciptakan keamanan laut di Natuna, sebagai Danlanal, Arif mensosialisasikan konsep MTMC (Maritime Traffic Management Centre) sebagai bagian dari pengembangan MDA (Maritime Domain Awareness) untuk diterapkan di Natuna.‎

Menurut Arif, perdagangan Global melalui laut akan semakin meningkat seiring dengan perkembangan ekonomi dunia yang mulai bergairah lagi, ditandai mulai membaiknya posisi harga minyak dunia.

Kolonel Arif yang ‎lulusan Akademi Angkatan Laut AAL, tahun 1994 itu menambahkan, hasil penelitian dari Lloyds Register tentang trend kemaritiman serta teknologi yang digunakan dalam perdagangan melalui laut menunjukkan peningkatan yang signifikan di semua negara, utamanya di Asia Timur seperti China, Jepang dan Korea.

Akibatnya, negara-negara tersebut akan membutuhkan pasokan energi yang sangat besar dari negara pengekspor minyak dunia yang mayoritas berasal dari Timur Tengah.

Peningkatan kebutuhan migas Asia Timur dari Timur Tengah akan membawa dampak semakin banyaknya kapal-kapal migas melalui Laut Natuna, semakin seringnya dilewati perairan Natuna dan semakin besarnya ukuran dari kapal-kapal tersebut.

Peningkatan ini harus diantisipasi sedari sekarang oleh pemerintah RI untuk mengatur penggunaan Laut kita dengan membangun suatu Maritime Traffic Management Center yaitu pusat pengaturan lalu lintas laut.

Tujuan dari MTMC ini agar para pengguna laut di perairan Natuna membawa manfaat bagi RI serta mencegah terjadinya tindak pelanggaran yang dilakukan baik oleh maupun kepada mereka.

” Saat ini saya sedang menggagas bentuk dari konsep MDA (Maritime Domain Awareness), yang berarti Kesadaran Bidang Maritim, agar tidak melulu difokuskan kepada pemanfaatan badan pemerintah dan hubungan diantara mereka semata, tetapi harus sudah diarahkan untuk melibatkan secara aktif para pengguna laut,”ujar Arif lagi.

Gagasan tersebut sangat penting untuk diterapkan mengingat semakin tingginya pemanfaatan teknologi perkapalan dan kemaritiman saat ini dan di masa mendatang.

Lloyds Register dengan Southampton University melihat adanya 18 teknologi yang akan matang pada tahub 2030 nanti dan diterapkan di banyak kapal niaga.

Teknologi tersebut diantaranya kemampuan sensor, komunikasi, integrasi komputer, mesin pendorong, bahan material kapal yang lebih kuat, serta pemanfaatan robot.

Jika kita tidak sedari sekarang mengantisipasi perkembangan tersebut, maka peningkatan penggunaan laut di Perairan Natuna tidak akan membawa manfaat bagi RI.

Karenanya, sudah saatnya kita sekarang mengantisipasi peningkatan tersebut dengan membangun pusat pengendalian lalu lintas maritim.‎

Hal terpenting dalam pusat pengendalian tersebut adalah memanfaatkan keberadaan kapal-kapal niaga sebagai kepanjangan mata atau extended eyes yang dapat membantu para penegak hukum mengetahui keadaan di sekeliling kapal-kapal tersebut melalui radar mereka yang dapat dilihat oleh pengendali di darat.

pemikiran saya yang sudah saya paparkan kepada para pejabat tinggi Kemhan, Mabes TNI dan DPR.

Sudah 3 kali memaparkan hal ini di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (2 kali) dan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut.

Lanal Ranai memiliki wilayah tanggung jawab yang sangat luas. Wilayah teritorial tugasnya yang mencakup mulai dari Pulau Laut hingga ke Pulau Serasan memerlukan daya dukung infrastruktur yang mumpuni.‎

“Luasnya daerah tanggung jawab ini membutuhkan pengawasan yang tidak mudah dan perlu integrasi dengan instansi kemaritiman lainnya yang sama-sama memiliki kemampuan sensor maupun alat apung agar bisa sinergis,” pungkasnya.

Diharapkan dalam fenomena itu, kondisi Lanal Ranai semakin baik mengingat tugasnya yang berada di pintu gerbang NKRI dan dekat dengan jantung konflik LCS.

Dalam membangun poros maritim dunia, daerah ini memiliki potensi untuk menjadi daerah penyangga terbangunnya visi tersebut. (rikyrinov)

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA