Delapan Hari Setelah Dikubur, PN Terima Surat Karutan Atas Kematian Tahanan Budi Yanto

14

WARTAKEPRI.co.id, BATAM  –  Kepala Rutan (Karutan)  Barelang David Gultom SH. MH, menyurati Ketua Pengadilan Negeri (PN) Batam pada tanggal 28 Agustus 2016 atas kematian tahanan bernama Budi Yanto bin Mahmud meninggal.

” Ya kami baru menerima surat pemberitahuan kematian dari Kepala Rutan (Karutan) Barelang, David Gultom, setelah delapan (8) hari dikubur, tepatnya tanggal 28 Agustus 2016. Sementara korban sudah meninggal pada Rabu, 20 Juli 2016, ” ujar Humas PN Batam, Endi Nurindra Putra SH dan hakim Zulkifli SH.

Sesuai dengan surat pemberitahuan Kepala Rutan Barelang, David Gultom SH dengan nomor ;438/ RSUD/VIII/2016 menerangkan; bahwa tahanan Budi Yanto bin Mahmud telah meninggal pada Rabu, 20Juli 2016 pukul 18.45 wib di RSUD Batam.

Sementara, pemberitahuan surat yang diterima PN Batam tanggal 19 Juli 2016 tentang riwayat penyakitnya sesuai surat nomor:

W32. PAS.PAS.5.PK.07.01-416. Yang menerangkan bahwa korban tahanan Budi Yanto mengalami penurunan kesadaran, kondisi fisik lemah, binggung, demam dan mengalami pemenuhan kebutuhan.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Tembusan surat dari Karutan antara lain; Kepala Pemasyarakatan di Jakarta, Ketua Pengadilan Negeri batam, Kepala Kejaksaan Negeri Batam dan Kapolresta Barelang.

Terang Endi Nurindra Putra SH, Kamis (4/8/2016) diruangannya PN Batam.

Kemudian anggota DPRD Batam, Sumali SE mempertanyakan atas kematian korban dan menyatakan

kami mewakili komisi 1 DPRD Batam meminta pada pihak kepolisian agar segera mengungkap kematian korban, apakah benar meninggal karena sakau atau ada unsur kekerasan disana. Sangat janggal kematian korban yang tidak diketahui oleh kepolisian dan pemberitahuanny juga telat pada instansi terkait.

Sebelumnya, Immanuel Tarigan SH, Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara korban  mengatakan tidak ada penyiksaan atas kematian korban. Korban adalah sakau narkoba. Ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit dan sempat dilakukan tindakan medis oleh dokter RSUD Batuaji namun nyawanya tidak dapat ditolong.

” pihak keluarga tidak akan menuntut atas kematian korban dan dibuktikan dengan surat peryataan. Disamping itu rekam medisnya juga ada,” katanya, siang tadi saat menuju Rutan Barelang.

Budi Yanto adalah tahanan kasus narkoba.Ia ditangkap bersama tiga rekannya di kamar kosnya di daerah Kampung Utama, Nagoya pada tanggal 11 Maret 2016. Saat penangkapan polisi menemukan 1 gram (1 jie) narkotika jenis sabu. Namun dua wanita temannya dilepas karena tidak cukup bukti.( nikson simanjuntak )

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH