LSM Pelantar Belakangpadang Siap Menjaga Pulau-Pulau Perbatasan

Warta Lsm Pelantar Belakang Padang Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Jiwa nasionalis serta rasa patriotis itu lah yang tampak Dari seluruh anggota lembaga persatuan nelayan tangkap hinterland (pelantar-red). Tidak heran, di kecamatan belakang padang Kota batam provinsi kepulauan riau, organisasi nelayan ini selalu Di libatkan untuk mendukung setiap kegiatan yang Ada di Pulau Penawar Rindu itu.

Dalam upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 71, Kecamatan Belakang Padang memilih melaksanaan Upacara tepat di lapangan bola Indra Sakti. Tampak Camat Belakangpadang berdiri sebagai Inspektur Upacara serta Kapolsek setempat AKP Adi sebagai Komandan Upacara. Upacara yang dimulai pada pukul 07.00 WIB, Rabu (17/8/16) tadi pun berjalan dengan hikmat.

Turut hadir juga tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelajar, Dankoramil, DanPosal, para Lurah Dan masyarakat belakang padang.

PKP EXPO

Dalam amanatnya Inspektur Upacara mengatakan Pulau Manis yang sebelumnya Dikabarkan telah masuk Peta Singapore itu adalah bohong belaka.

” Funtasy island yang ada di Pulau Manis hingga saat ini masih menjadi milik serta dalam kedaulatan NKRI, pokoknya harga mati” cetus pak camat dengan nada keras.

Dalam sesi pengibaran bendera pusaka merah putih. Para pria berbaju biru muda bertulisan “penjaga pulau perbatasan” ini tampak berdiri tegap memberi hormat kepada sangsaka hingga selesai.

Tepat pada pukul 08.00 WIB pagi, melalui perintah inspektur upacara, komandan upacara pun membubarkan seluruh pasukan.

Dalam wawancara khusus kepada awak media ini, Ketua Lsm Pelantar pun menjelaskan pentingnya menjaga pulau-pulau terluar Indonesia untuk menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia.

” Kami LSM Pelantar sangat konsen terhadap Wilayah kemaritiman Indonesia, khusus nya Kota batam. Tidak akan kami biar kan siapapun untuk mengganggu kedaulatan NKRI” terang nya.

Kalau tidak dijaga nanti bisa dicaplok negara lain sambung pria yang juga Ketua Rt di Pulau Ngenang itu. Lelaki yang keseharian nya beraktifitas di Laut ini mengatakan tidak mau terulang lagi seperti di Pulau Sipadan Likitan.

” Dulu pernah Ada kejadian pencaplokan pulau oleh negara malasyia, akhirnya Pulau Sipadan Likitan yang berada di Kalimantan Utara itu pun lepas. Dari sinilah Kita belajar, jangan terulang lagi” jelasnya dengan nada sedih.

Dalam wawancara akhir Ketua Lembaga Pelantar yang mulai berdiri pada tahun 2008 ini meminta agar pemerintah pusat dan daerah agar juga dapat konsen kepada pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara luar.

” Sedapat mungkin pemerintah pusat maupun daerah supaya memberikan perhatian khusus kepada pulau-pulau Kita yang berbatasan langsung dengan negara tetangga” harapanya.(rilis/ded)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24