Terdakwa Honorer BP Batam Ini Sebut Saksi Penangkap juga Pemain Kayu

7
Terdakwa anggota Ditpam Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Tiga orang saksi penagkap pegawai Ditpam BP Batam, salah satunya Poraeng Sinambela dihadirkan dalam persidangan kasus Ilegal Loging atau penebangan kayu dihutan lindung Dam Nongsa.

Menurut Poraeng Sinambela, para terdakwa Yusuf, Ari, Subagio dan Boy selaku honorer pada Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam. Saat ke lokasi, kami berpura pura negoisasi mau beli kayu dan terdakwa Ari dihubungi oleh terdakwa Yusuf agar datang.

” Ari pun tiba bersama Boy dan langsung ditangkap dan dibawa ke kantor Ditpam Batam,” kata Poraeng, Kamis (25/8/2016) sore di PN Batam.

Barang bukti yang ditangkap dari terdakwa berupa mesin pemotong, dompet, hape, kayu hasil pemotongan dan tiga unit sepeda motor.

” Semua BB diserahkan pada Polisi dan kita juga antar hingga ke kantor Polisi,” ujar Sinambela.

Namun tiga unit sepeda motor tersebut tidak ada dalam BAP Jaksa Penuntut Umum, Andy Akbar SH.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

” Sesuai berita acara dari penyidik kepolisian Yang Mulia, tiga unit sepeda motor tidak ada dan tidak dijadikan sebagai barang bukti maka di BAP pun tidak dimuat,” kata Jaksa Andy Akbar SH.

Dari keterangan Poraeng Sinambela bahwa terdakwa Ari adalah bos dan yang menyuruh dan membeli hasil penebangan kayu. Sementara terdakwa Boy hanya menerima upah dari Ari sebagai pihak pengamanan.

Atas keterangan Sinambela, terdakwa Ari membantah dan mengatakan bahwa memotong kayu tersebut atas suruhan pemilik lahan. Hutan itu bukan berdekatan dengan hutan lindung seperti yang dikatakan saksi dan sesuai surat lahan tidak termasuk hutan lindung.

” Mereka itu (saksi red) sirik pada saya karena kenal dengan Boy, sementara saya tidak kenal dengan mereka. Mereka juga pemain kayu kok disana seperti Ditpam Topan dan Pandapotan Sirait,” ujar Ari dan diamini terdalwa Boy usai sidang.

Persidangan yang diketuai Majelis Hakim Zulkifli SH didampingi hakim Hera SH dan hakim Iman Budi Putra SH. Sidang kembali digelar minggu depan dengan agenda untuk mendengar saksi saksi lainnya. (nikson simanjutak)

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH