Eksepsi PH Perkara Kompol Irfan Asido Siagian, Ditolak JPU‎

Warta Kompol Irfav Aisido Siagian


WARTAKEPRI.co.id, BATAM -Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam tetap pada dakwaannya, soal pasal isi dakwaan yang diterapkan bagi terdakwa, Kompol Irvan Asido Siagian. Jaksa menilai prematur soal eksepsi penasihat hukum terdakwa terhadap isi dakwaan tersebut.

” Ini sudah masuk pada pokok perkara,
sewaktu penyusunan dakwaan, JPU tidak hanya fokus kepada keterangan saksi. Tapi berdasarkan bukti dan keterangan para saksi. PH terlalu dini hanya menilai dari BAP, sebelum diuji di persidangan,” kata JPU Rumondang Manurung SH usai sidang di ruang IV Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (7/9/2016).

Pada waktu sidang eksepsi, pengacara terdakwa menolak terhadap dakwaan yang diterapkan jaksa penuntut umum yang dinilai cacat hukum. Disamping berkas perkara yang dilihat dari segi formal legalistic, dibuat penyidik dimungkinkan melalui rekayasa, tetapi harus ditinjau dari segi keadilan subtantif dengan mempertimbangkan segi kondisional yang mempengaruhinya.

“Surat dakwaan jaksa penuntut umum ( JPU) nomor register perkara : PDM/422/BTM/Euh.2/08/2016, tidak memenuhi syarat material surat dakwaan sebagaimana ketentuan pasal 143 ayat 2 huruf b KUHAP,” kata Mangundang Lumbanbatu SH.

Honda Capella

Terdakwa ditangkap di Hotel Rasinta di Komplek Bukit Mas Nagoya City Walk, dengan barang bulti berupa pistol dan 3 peluru pada Kamis (12/11/2015) lalu, bersama 20 orang pengguna narkoba.

Dalam bantahan terdakwa Asido Siagian menyatakan bahwa senjata api yang dituduhkan oleh pihak penyidik Polda Kepri tidak pernah ditunjukkan.

” Saya keberatan, senjata api yang dituduhkan milik saya, tidak pernah ditunjukkan,” ujar Kompol Arsido Siagian.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Tiwik SH didampingi Endi Nurindra Putra SH dan Egi SH. Sidang kembali digelar untuk mendengarka putusan sela dari hakim. Atas perkara ini, terdakwa IS akan dikenakan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan acaman 12 tahun penjara dan juncto 335 KUHP. (Nikson Simanjuntak )

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News