Kuasa Hukum  Minta Pengusaha Minyak Limin Ganti Rugi Lahan Ikup

261
 WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kasus penyerobotan lahan antara penggugat Bapak Ikup ( Pak Pendek) dengan lawan tergugat 1 atas nama Nurjanah dan tergugat 2 Limin Direktur PT ST.
Lokasi lahan di Dapur 12 Pantai RT 003 RW 009 Kelurahan Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung Kota Batam.
Melalui kuasa hukum Ikup, Palti Siringo Ringo SH dan Ibnu Hajar SH menjelaskan atas kasus ini, akan digelar sidang Perdata pertama pada Selasa, 13 September 2016, ‎di Pengadilan Negeri Batam. Surat sidang Nomor 171/PDT.G/2016/PN/Btm.
” Sidang dilakukan setelah mediasi oleh Pengadilan oleh Hakim Hera, gagal dan tidak menemukan kata sepakat. Akhirnya, sidang perdata dengan menuntut Limin mengganti rugi atas penggunaan lahan Ikup selama 4 tahun untuk bisnis BBM Solar di Wilayah Dapur 12 Pantai Sagulung Batam,” ujar Palti Sirongo Ringo, SH didampingi Yusril Koto, Kuasa Pendamping Ikup, Rabu (7/9/2016).
Dijelaskan Yusril, sejarah kepemilikan tanah ini cukup kuat atas nama bapak Ikup. Dimana, dibuktikan dengan lahan tambak yang berada dalam lahan Ikup seluas 80.000 meter persegi atau seluas ‎8 hektar.
” Sejarahnya lahan itu dikuasai orang tua bapak Ikup adalah almarhum bapak Manaf, sejah tahun 1960. Ini bukti dengan surat pernyataan penguasaan tanah ditanda tangani dan diketahui oleh Kepala Desa ‎Pulau Buluh tahun 1990, bapak Muchsin. Dan bapak Muchsin siap bersaksi disidang nanti,” ujar Yusril.
Atas kasus penggunaan lahan sepihak ini, Limin selaku tergugat 2 dan Nurjanah tergugat 1 telah menggunakan lahan, dengan menimbun tambak kepiting selama 4 tahun.
” Jika dihitung kerugian untuk penggunaan lahan dan penimbunan tambak saja hampir Rp 600 juta. Itu diluar harga lahan yang saat ini belum diperjual belikan ke bapak Ikup,” ujar Yusril.
Dijelaskan Yusril, saudara Limin menggunakan lahan atas persetujuan dari Nurjanah, dimana dokumen yang digunakan Nurjanah untuk Limin diduga bermasalah.
” Nurjanah memiliki surat kepemilikan lahan, tapi tidak diakui oleh kepala desa Muchsin. Karena, tanah yang dimaksud Nurjanah itu diperkirakan diluar dari lahan pak Ikup. Dan, Dipastikan Muchsin tidak pernah menerbitkan lahan dalam surat Nurjanah yang  seluas 2 hektar apalagi 5 hektar.  Dan tidak juga pernah ditanda tangani dan stempel atas surat Nurjanah yang‎ digunakan Limin berusaha. Dan itulah celah hukum kami melakukan gugatan,”ujar Yusril.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi ke Muchsin (70) menjelaskan kalau pihaknya tidak pernah menandatangani untuk lahan seluas 5.000 meter persegi. Luasnya lahan hanya dibawah 2 hektar.
 
” Untuk surat itu (Nurjanah) dipelajari, karena belum lihat yang asli, maka tanda tangan mirip saja,” ujar Muchsin mengaku kondisi sakit.‎ (*)
DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel