Demi Sembako, 2 Juragan Kapal Natuna Masih Ditahan Polisi Malaysia

kapal-nelayan-ditangkap-polisi-malaysia
HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Sebanyak enam dari delapan orang anak buah kapal (ABK) Kapal Serasan Natuna yang ditahan custom Polisi Diraja Malaysia sudah bebas. Sayangnnya, dua orang juragan pompong masih ditahan, telah divonis satu tahun kurungan karena tidak menyangupi membayar denda.

Kapten KM. Kurnia Usaha Yudiansyah (32) dan Kapten KM. Usaha Nelayan 02 Muhammad Taib (35 ), harus menjalani hukuman satu tahun kurungan.

Kedua kapal tersebut ditangkap oleh Kapal Patroli Maritim Malaysia di perairan Sematan -+2 mill dari pelabuhan Sematan Malaysia. Demikian disampaikan Camat Serasan Timur Khaidir, wartakepri, Minggu (11/9/2016).

” Kabarnya udah di vonis satu satahun Vonisnya jumat lalu tanggal (9/9/2016).Saya dapat info dari pemilik kapal motor, 6 orang ABK sudah dipulangkan, namun dua kapten kapal beserta pompong masih ditahan, di Malaysia mengikuti proses hukum”, terangnya.

Khaidir menjelaskan, jika dua orang warganya itu, harus mengikuti proses pradilan di negeri Jiran. Warga itu akan dikenakan hukuman satu tahun kurangan di Malaysia, jika tidak bisa membayar uang tebusan kepada pemerintah Malaysia.

Sebab, jika harus membayar tebusan warga tidak mampu, tebusanya sangat mahal mencapai ratusan juta rupiah pilihan kurungan yang diambil.

Diceritakan Khaidir, insiden penangkapan ini terjadi, karena warganya itu, kedapatan membawa barang yang dilarang oleh pemerintah Malaysia dari Pelabuhan Sematan ke Serasan, Seperti, barang-barang subsidi kebutuhan pokok, beras, gula pasir.

Barang-barang ini, sebenarnya tidak boleh diperjual belikan oleh pemerintah Malaysia, tanpa membayar cukai atau pajak. Jika tertangkap tangan maka akan dihukum.

Sebenarnya, sambung Khaidir barang yang dibawa oleh warganya itu, tidak banyak hanya beberapa karung beras dan beberapa barang kebutuhan pokok lain, tapi karena aturan di Malaysia sangat ketat, jika tertangkap resikonya sangat besar mulai dari uang tebusan hingga hukuman kurungan.

Lanjut, Khaidir sebenarnya pemerintah daerah telah berupaya untuk melegalkan jalur perdagangan lintas batas ini, Namun hal itu belum terwujud sampai saat ini, sehingga banyak warga menjadi korban penangkapan di lintas batas.

Lanjut Kaidir Beberapa waktu lalu, kami sudah melakukan pertemuan dengan Sotek Malindo gabungan organisasi ekonomi indonesia-Malaysia antara Kalbar dan Serawak Malaysia.

Namun, kendalanya Natuna sampai detik ini belum menjadi anggota dari organisasi itu. Rencananya, tahun 2017 nanti, Natuna akan dimasukan dalam anggota Sotek Malindo atau disingkat Sosial ekonomi Malaysia Indonesia.

Mudahan-mudahan rencana itu, cepat terwujud agar kerjasama perdangan lintas batas bisa tercapai Natuna belum masuk menjadi anggota. Pertemuan dibogor tangal 19 sampai 21 september 2016, pertemuan ke 32 tim teknis kertas kerja/JKK Sotek Malindo tingkat Kalbar dan serawak.

Sedangkan natuna di undang melalui badan pengolahan perbatasan BPP prov Kepri, pihak Pemrov akan menyurati BPP Natuna, dari Natuna nantinya akan mengundang camat Natuna untuk ikut menghadiri giat acara.

” Kita, Natuna sifatnya hanya sebagai peninjau melalui jaringan sotek malindo, bisa dapat gambaran kongrit terkait perdagangan lintas batas, semoga kita bisa menjadi anggota tersebut,” tutup Khidir. (rikirinov)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG