HOREEE… Mendagri Tjahjo Perpanjang Perekaman E-KTP hingga 2017

Menteri PANRB Tjahjo Kumolo
Menteri PANRB Tjahjo Kumolo


WARTAKEPRI.co.id, SEMARANG – Masih banyak warga Indonesia belum terekam datanya pada program E-KTP, membuat Kementerian Dalam Negeri, dalam hal Ini Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengundur batas akhir perekaman data E-KTP dari akhir September 2016 menjadi pertengahan Tahun 2017. Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, usai Salat Idul Adha di Masjir Raya Kauman, Semarang, Senin (12/9/2016).

” Masih banyak warga yang belum rekam data E-KTP. Begitu juga dengan yang ganti status, dan ganti alamat. Jumlahnya sekitar 2 juta orang. Kami harap, tahun depan sudah selesai semua. Minimal,sudah merekam data,” ujar Tjahjo Kumolo, seperti dikutip suara merdeka.com.

Ditambahkan Tjahjo, untuk blanko E-KTP di Jakarta tercukupi. Masing-masing kota dan kabupaten yang blankonya habis dipersilahkan ambil di Jakarta. Kendala saat ini, yakni ketersediaan alat, sehingga tidak langsung jadi.

Untuk prosedur pengambilan harus disesuaikan dengan jumlah warga yang sudah rekam E-KTP, bukan kebutuhan warga secara keseluruhan.

Ke depan, menurut Tjahjo, bukan tidak mungkin, nantinya masing-masing daerah melakukan pengadaan blanko E-KTP secara mandiri. Hal ini untuk mempermudah ketersediaan bahan untuk membuat kartu tanda penduduk elektronik tersebut.

Dia berharap, nantinya blanko maupun server ada di masing-masing kecamatan di seluruh daerah di Indonesia. Hal ini sebagai upaya mempercepat proses pembuatan E-KTP. Selama ini, sesuai dengan UU, hanya pemerintah pusat yang boleh menyediakan blanko baru kemudian didistribusikan ke masing-masing daerah.

” Selama ini, pengadaan dari pusat bertujuan agar bahan pembuatan sama. Kalau nantinya daerah melakukan pengadaan sendiri, tidak masalah, asalkan bahan blanko sesuai standar yang ada di pusat,” akhir Tjahjo.(SM/dedy)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News