Maskur Nilai Disdukcapil Tanjungpinang Pasif soal E-KTP

maskur-tilahwayu


WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang Maskur Tilawahyu feraksi Demokrat menilai kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang pasif.

Mengingat masih puluhan ribu warga Tanjungpinang yang belum mempunyai e-KTP, Maskur Tilawahyu mengatakan, beberapa Daerah seperti Batam mereka aktif datang ke lokasi seperti ke sekolah sekolah dengan membawa alat perekam untuk merekam. Karena data kependudukan yang berpotensi e-KTP itu berubah terus.

” Dibeberapa Daerah, seperti di sekolah-sekolah murid yang telah menginjak usia 17 tahun sudah mengantongi e-KTP karena petugasnya aktif melakukan perekaman di sekolah,” ucap Maskur saat di jumpai media ini di ruang rapat paripurna DPRD Kota Tanjungpinang, Kamis (15/9/2016).

Kata Maskur, Tanjungpinang inikan kecil,tinggal turun ke kampung-kampung. Pemerintah Kota Tanjungpinang harus aktif,” Pemerintah harus aktif turun ke masyarakat melibatkan Kelurahan dan Kecamatan,” tegasnya.

katanya, jangan bilang alat rusak terus, harus diantisipasi jangan dibiarkan, makanya saya lihat Dinas Kependudukan kita pasif sekali. Itu tanggung jawab Dinas Kependudukan, karena alat perekaman ada di mereka. Sedangkan di Kecamatan adalah petugas yang disuruh oleh pihak Dinas Kependudukan.

” Anehnya lagi Tanjungpinang ini, yang layak menjabat Kepala Dinas Kependudukan adalah background yang sering berhubungan dengan masyarakat seperti pernah menjadi lurah dan camat, itu wajar, jadi Plt pun tak apa,” ungkapnya.

Kata Maskur, Ini dokter yang menjadi Plt Disdukcapil sekarang yang biasa mengurusin orang sakit dan obat-obatan, saya dari awal kaget. Itu tak wajar Walikota menunjuk seorang Dokter untuk menjadi Plt Dinas Kependudukan.

“Kita bersyukur Pak Eka Hanasarianto melaksanakan fungsi dia selaku pelaksana tugas (Plt). Padahal itu bukan bidang dia, itu masalahnya,” pungkasnya. (yansyah).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News