Balas Dendam Kah?, Bea Cukai Malaysia ‎Gencar Tangkap Nelayan Natuna ‎

HARRIS BARELANG
WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Nelayan asal Pulau Serasan, Kabupaten Natuna kembali ditangkap ditangkap Kastam Diraja Malaysia (Bea Cukai) saat melintas di perairan perbatasan menjadi catatan Kepolisian Indonesia. Penangkapan terkait barang bawaan berupa sembako dari Malaysia.

” Kita sudah mendapat laporan ada dua pompong warga kita di Kecamatan Serasan ditahan oleh kastam dari Kuching Negara Malaysia pada saat mereka keluar dari Sematan menuju Serasan,” ungkap Kapolres Natuna, AKBP Charles Panuju Sinaga, melalui Kaposek Serasan keterangan di terima wartakepri Selasa,(20/9/2016).

” Diduga ada barang tanpa cukai yang menyebabkan mereka ditangkap,” ujar Kapolsek Serasan AKP Benhur Gultom SE.

Lanjut Benhur Gultom, menurut penuturan, Kadir pemilik Kapal KM Usaha Nelayan 02 4 GT di kediamannya.

Kadir ( 45), Nelayan, Kampung Batu Ampar kec serasan, bersama 4 orang ABK lainnya yang baru dipulangkan dari Khucing Malaysia,
Saudara Kadir bersama 4 Abk lainnya menjelaskan, Bahwa mereka berangkat ke Sematan Malaysia tanggal 27 Agustus 2016 pkl 07.00 WIB dengan maksud menjual ikan hasil tangkapan di Serasan.

Mereka menjual ikan di pelabuhan Alay di Sematan Malaysia kepada Alay, Slim, Apin ( WN Malaysia ) dengan harga antara RM 35 s/d RM 40 per kilogram.

Adapun barang barang sembako kami beli dan akan kami bawa keserasan adalah beras 5 Karung, Gula 400 kg, atap Seng 194 lembar untuk Sekolah, Daging Ayam 200 kg, Minyak Makan, Kecap , Susu Merk Diary, 2 Tabung Gas, Telor Ras, Makanan Ringan dan lain lain,

Barang Bukti yang disita di kastam Malaysia,
1 Unit pompong KM Usaha Nelayan 02 GT 4 Milik saudara Kadir.

1 Unit pompong KM berkat udaha berat beban Gt 3 Kapal Motor milik Sdra Yari.

Semua barang barang sembako yang dibeli dari Sematan Malaysia dengan harga Total Rp 40.000.000.

Persidangan dilakukan di Lundur Khucing Malaysia dengan persangkaan pidana penyelundupan.

Persidangan dilaksanakan pada tanggal 09 September 2016 dengan 3 orang hakim dan durasi persidangan hanya 30 menit Vonis sudah dijatuhkan.


Persidangan dilakukan dengan menggunakan bahasa inggris tanpa ada penerjemah serta tidak didampingi oleh pengacara.

Putusan sidang menetapkan kedua Nahkoda bersalah membayar denda RM 50.000 untuk Nahkoda KM Berkat usaha 02 dan RM 70.000 untuk Nahkoda KM berkat usaha 02, Namun barang yang disita berupa Pompong menjadi milik Negara Malaysia.

Kronologis Penangkapan:

Pada Sabtu 26 Agustus 2016 sekira Pkl : 21.00 WIB KM Berkat usaha GT3 dan KM usaha nelayan 02 GT4 melakukan muatan barang untuk dibawa ke Serasan berupa , Daging Ayam subsidi, Telor Ras Subsidi, Beras Subsidi, Gula Subsidi, Tabung Gas Subsidi, Minyak Goreng Subsidi, Susu merk Diary, Kecap, Makanan Ringan Dll, setelah melakukan pemuatan barang.

Dua kapal itu berangkat dari pelabuhan Alay Sematan Malaysia untuk menuju ke Serasan sekira 1 mil dari pelabuhan Sematan Malaysia Datang 1 buah Boat karet bertulisan Maritim mendekati KM Berkat usaha GT3 dan KM Usaha Nelayan 02 GT4 Anggota Maritim Malaysia langsung bergegas naik keatas kapal dan melakukan penggeledahan.

Kemudian mereka mendapati barang-barang ber Subsidi disembunyikan di dalam palka dan viber ikan.

Kemudian sekira pkl 23.00 wib setelah melakukan penggeledahan dan ditemukan barang-barang bersubsidi ke 2 Kapal serta seluruh Abk dibawa ke Muara Tebas Khucing Malaysia. Sekira pukul 11.00 wib ke 2 Kapal dan Seluruh ABK tsb tiba dipelabuhan Muara Tebas Khucing Malaysia.

Pada hari Minggu tgl 28 Agustus 2016 sekira Pkl : 08.00 waktu Malaysia. seluruh Abk diserahkan kepada Kastam untuk dimintai keterangan, setelah selesai di mintai keterangan seluruh Abk dititipkan dikantor Polis diraja Malaysia dikucing Pada waktu malam dan waktu siang kembali ke Costam begitu seterusnya sampai masa penyelidikan 14 hari.

Pada hari Jum’at tgl 09 September 2016 sekira Pkl : 10.00 waktu Malaysia seluruh Abk dibawa ke Persidangan Lundur Malaysia dengan 3 orang Hakim namun dipersidangan tsb memakai bahasa inggris dan tanpa ada penerjemah, persidangan mencapai durasi 30 menit sudah dijatuhi Hukuman Penjara selama 12 Bulan.

Untuk pembebasan 2 ( dua ) orang ABK ( Kapten ) KM Berkat usaha GT3 harus membayar sebesar RM 70.000 dan KM Usaha Nelayan 02 GT4 harus membayar RM 50.000.

Kemudian karena tidak sanggup membayar denda ke 2 orang Kapten tersebut ditahan selama 12 bulan kurungan penjara.

Sementara KM Usaha Nelayan 02, KM Berkat usaha disita dan menjadi milik Negara Malaysia, setelah selesai Persidangan di Lundur Malaysia ke 6 Abk tsb di izinkan pulang ke Indonesia.

Pada hari Jum’at tgl 09 September 2016 sekira pkl 21.00 waktu Malaysia 6 Abk di jemput dan dibawa pulang oleh pemilik KM Berkat Usaha ,kapal milik saudara Yari.

Pada hari Sabtu tangal 10 September sekira pukul 07.00 wib ke 6 ABK tiba di pelabuhan Serasan dengan selamat. (rikirinovsky)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG