Inilah Hukuman Bagi Penyelundup yang Tertangkap Bea Cukai Batam

sidang-pelanggaran-ke-pabeaan
GALERI 24

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Dua terdakwa Awin dan Salam Harahap meminta keringanan hukuman kepada Majelis hakim, atas kasusnya karena tidak memiliki kelengkapan dokumen saat membawa barang dari Singapore ke Batam dengan menggunakan kapal pompong melalui jalur laut.

” Saya mohon diberi keringanan hukuman pak, ibu Majelis hakim. Karena saya adalah tulang punggung keluarga dan memiliki lima anak yang saat ini mereka terlantar,” ungkap Salam Harahap dan diikuti oleh Awin Pranoto, Senin ( 26/9/2016) di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Batam.

Setelah keduanya diberi kesempataan permohonan keringanan hukuman, Majelis Hakim kembali mempertanyakan tuntutan Jaksa. Apakah Jaksa Penuntut Umum tetap pada tuntutannya, karena kedua terdakwa meminta keringanan hukuman.

” Sesuai dengan dakwaan, JPU tetap pada tuntutan 1 tahun 6 bulan Yang Mulia,” kata Zulna SH selaku Jaksa Penuntut Umum ( JPU).

Terdakwa Awin Pranoto bin Boiman dan Salman Harahap selaku Nakhoda kapal KLM. Raja Persada-I GT.103, ditangkap oleh Bea dan Cukai dan diserahkan kepada Dir polisi Air Polda Kepri pada hari Jumat tanggal 04 Maret 2016 sekira pukul 01.15 WIB, bertempat di perairan Tanjung Sengkuang Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Kedua nahkoda ini mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7A ayat (2) berupa beras sebanyak 1.815 karung, dengan per karung 25 Kg, gula pasir sebanyak 18 karung dengan berat per 50 Kg.

Kemudian barang bekas yang terdiri dari : Kasur 50 pcs, Lemari besi 55 pcs, Lemari kayu 12 pcs, Pintu Kayu 1 pcs, Televisi berbagai merk 60 pcs, Kipas angin 500 pcs, Sepeda 47 pcs, Sofa 2 pcs, Ranjang besi 18 pcs, Kursi Campuran 12 pcs, Kursi Roda 2 pcs, Kerangka Kursi bekas 43 pcs, Papan Meja 11 pcs, Meja Kayu 2 pcs, Tempat tidur Rumah Sakit 2 pcs.

Perbuatan kedua terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 102 huruf (a) Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Ancamannya pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidanan denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar. (nikson simanjuntak)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News