Pekerja di Funtasy Island Keluhkan Keterlambatan Gaji dan Pekerja Asing

351
funtasy-island

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Puluhan pekerja Funtasy Island mengeluhkan keterlambatan gaji dan juga tunggakan pembayaran BPJS selama 4 Bulan, terhitung dari bulan Juni 2016 sampai dengan sekarang.

Jika keterlambatan gaji bisa diterima, namun keterlambatan pembayaran BPJS dinilai mengkhawatirkan karena, setiap pergi kerja harus melawan ombak tinggi menuju pulau Funtasy Island.

” Tidak nyaman dalam melakukan aktivitas kerja yang mana wajib inspeksi ke pulau manis lokasi project. Gaji terlambat, lalu BPJS juga terlambat dibayarkan, kalau ada musibah dalam pelayaran ombak tinggi bagaimana,” ujar Ki, Staf di PT Batam Island Marina selaku Developer Funtasy Island kepada WartaKepri.co.id, Kamis (12/10/2016).

Selain keluhan keterlambatan pembayaran hak pekerja, dalam wawancara dengan Ki, dijelaskan kembali ada tenaga kerja asing. Padahal, beberapa waktu lalu ada sidak dari pemerintah untuk tenaga kerja asing di Funtasy Island.

PKP HIMALAYA

” Sebelumnya pernah diciduk 2 orang tenaga kerja asing tersebut atas dokumen ilegal. Itu pekerja asing asal China,” ujar Ki

Usai ada sidak itu, diinformasikan ternyata kini ada lagi 12 orang tenaga kerja Asing di Funtasy Island. Lalu, untuk pekerja lokal saat ini ada pengurangan, dimana dari jumlah 43 orang pekerja lokal menjadi hanya sisa 24 orang.

Ketika dikonfirmasi ke pihak Manajeman Funtasy Island informasi ini, Pimpinan Project WM Junus tidak mau mengomentarinya.

” Tidak bisa memberikan komentar,”ujar Junus.

Ditambahkan Ki, kondisi ini menjadi pertanyaan dikalangan pekerja, apakah pemerintah sudah mengetahui kondisi di Fantasi Island saat ini. Karena, kehadiran Funtasy Island untuk mengembangkan pariwisata di Kota Batam, namun kenyataan belum serius memperhatikan pekerja lokal. (andi pratama/dedy swd)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel